Aat Syafaat, Pengurus Golkar Kota Bandung Ini Desak DPP Usung Kader Sendiri

214

BANDUNG-Wakil Sekretaris DPD Golkar Kota Bandung Aat Syafaat Khadijat mendesak DPP Golkar untuk mengusung kadernya sebagai Cagub Jabar 2018-2023.

Demikian disampaikan Aat, Sabtu (4/11) terkait pengusungan Ridwan Kamil (RK) sebagai Cagub dari Partai Golkar oleh DPP Partai Golkar.

“Kita sudah memahami Ridwan Kamil bukanlah sebagai kader Golkar, namun secara mendadak diusung DPP, ” tandas Aat.

Aat menilai Dedi Mulyadi sebagai kader Golkar lebih memiliki jasa yang besar untuk kemajuan Partai Golkar, bahkan semua DPD PG Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat sudah bulat mengusungnya.

“Melalui Rapat Pimpinan Daerah atau Rapimda beberapa waktu lalu, pengusungan Cagub kepada Dedi Mulyadi, namun kini berubah, sehingga pihaknya merasa sangat kecewa, ” ucap Aat.

Aat juga mensinyalir akan adanya perpecahan suara di tubuh Partai Golkar se-Jawa Barat, sehingga pihaknya belum dapat memprediksi, jika Dedi Mulyadi nantinya akan diusung oleh partai lain, akan menerima atau tidaknya.

Sementara itu Aat sendiri tengah menggagas tanda tangan petisi penolakan terhadap RK sebagai Cagub Jabar, berikut isi tanda tangan petisi tersebut :
Pertaruhan Kesetiaan Kader Partai Golkar Jawa Barat PETISI POLITIKPERTARUHAN KESETIAAN KADER SE-JABAR SALAM PANCA BHAKTI..!!!” KAMI WARGA PARTAI GOLONGAN KARYA ADALAH PEMBINA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA YANG BERWATAK SETIA KAWAN “Sebagai Kader PG akar rumput tentu saya terkejut bukan alang kepalang, bukankah seorang Dedi Mulyadi terpilih menjadi Ketua DPD Partai Golongan Karya Jawa Barat dengan aklamasi dalam Musda dan mendapatkan perintah dari seluruh Kader dan anggota Partai untuk siap menjadi Calon Gubernur yang terlegitimasi dalam mandat dari DPD PG Kota/Kabupaten Se Jawa Barat di Forum Rapimda PG Karawang yang menetapkannya sebagai Calon Tunggal yang diajukan ke DPP PG.

Dalam beberapa kesempatan para elite DPP PG termasuk Ketua Umumnya Yang Mulia dan Terhormat Bapak Setya Novanto selalu menyuarakan bahwa Cagub PG Jabar adalah Dedi Mulyadi, membuncahnya perasaan seluruh Kader PG di seluruh pelosok mendengar pernyataan itu. Betapa tidak bahwa upaya dan perjuangan seluruh Kader PG di Jawa Barat dalam mengusung pencalonan Pupuhunya mendapat respon kuat dari elite DPP PG di Jakarta saat itu. Betapa sangat sakitnya hati saya dan mungkin juga seluruh Pengurus, Kader, anggota dan simpatisan PG di Jawa Barat mendengar pernyataan Sekretaris Jenderal Idrus Marham di media massa bahwa Cagub yg ditetapan adalah bukan Dedi Mulyadi.

Alasannya sederhana karena hasil survei, elektabilitasnya kalah sama nama lain yaitu yang bukan Kader PG maka DPP PG lebih berhak dan menguntungkan mengusung Cagubnya yang bukan Kader PG dan Kader PG cukup diposisikan menjadi Cawagubnya saja.Untuk itu saya sebagai Kader PG menyampaikanpetisi politik sebagai berikut :

1. Keputusan DPP PG yang menetapkan Cagub dan Cawagub saat ini perlu diuji oleh DPD PG Jabar dan DPD PG Kota /Kabupaten apakah sudah sesuai dengan misi partai dan konstitusipartai…?

2. Jika tidak sesuai misi dan konstitusi partai saya meminta DPD PG Jabar dan DPD PG Kota/Kabupaten Se Jabar untuk melakukan perlawanan secara konstitusional.

3. Kepada para Ketua DPD PG Kota/Kabupaten Se Jawa Barat berpeganglah kepada Sumpah atau Ikrar Panca Bhakti yang akan menjunjung persatuan dan kesatuan dengan berwatak setia kawan.

Saatnya menunjukkan hal itu sekarang demi harga diri dan kehormatan kolektif Warga Partai Golongan Karya di Jawa Barat.

4. Tidak ada kepastian didunia ini selain datangnya kematian dan tidak ada keputusan manusia yang tidak bisa dirubah kecuali keputusan Tuhan.

Rubahlah keputusan DPP PG itu jika ada kekeliruan didalamnya atau DPP PG akan berhadapan dengan kesetiaan Kader PG Se Jawa Barat terhadap Konstitusi Partai.

Demikian petisi politik terbuka ini disampaikan sebagai kecintaan kepada Partai Golkar
BANDUNG, 28 OKTOBER 2017

AAT SAFAAT HODIJATNPAPG 327326 032351 0010

Petisi ini akan dikirim ke:DPP Partai GolkarDPD Golkar Jawa BaratSetya Novanto1 pengambil keputusan lainnya.

BAGIKAN