ODF di Subang diapresiasi Pemprov Jawa Barat

27
Penyerahan Penghargaan oleh Gubernur Jawa Barat kepada Bupati Subang. (Foto: Humas Setda Kab Subang)

SUBANG – Atas keberhasilan mewujudkan Desa Open Defecation Free (ODF) atau Stop BUang Air Besar Sembarangan, Kabupaten Subang mendapatkan penghargaan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penyerahan penghargaan tersebut dlakukan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 tahun Tingkat Provinsi Jawa Barat di Bandung, Senini (13/11).

Penghargaan diterima oleh Bupati Subang, Imas Aryumningsih. Subang menempati urutan teratas dari 3 kabupaten/kota lainnya yaitu Kabupaten Sumedang yang dietrima Bupati Sumedang Eka Setiawan dan Kota Banjar yang diterima Walikota Banjar, Uu Sukaesih.

Menanggapi penghargaan yang diterimanya, Imas menyebutkan sebagai keberhasilan yang dilakukan atas kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Subang dalam hal ini Dinas Kesehatan bersama masyarakat dalam menyukseskannya.

“Ini berkat kerjasama yang kuat antara Pemkab dengan Dinas Kesehatan untuk mengajak dan mengingatkan masyarakat untuk hidup sehat tidak buang hajat sembarangan,” ungkap Imas sesaat setelah menerima penghargaan.

Kata dia selanjutnya penghargaan yang diterima harus sejalan dengan kemajuan Subang. “Harapannya bukan sekadar banyaknya penghargaan yang diraih melainkan bentuk kemajuan Subang, karena bila sudah maju maka otomatis keinginan untuk menjaga dan motivasi untuk maju semakin tinggi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, kata Imas keberhasilan dalam pembangunan merupakan hasil dari motekar-nya semua pihak. “Bukan cuma Bupati, tapi semua (aparatur bersama masyarakat). Apalagi yang bekerja di lapangan, maka dari itu saya sungguh berterima kasih kepada semua yang telah berjuang untuk Subang,” jelasnya.

Dalam sambutannya Gubernur Ahmad Heryawan mengatakan, peringatan HKN ke-53 agar tak hanya jadi seremonial belaka. Namun HKN adalah momen untuk mengevaluasi pelayanan kesehatan yang selama ini diberikan kepada masyarakat. Sehingga HKN memiliki daya jungkit dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya di Jawa Barat.

Aher mengungkapkan, keberhasilan suatu pembangunan salah satunya terlihat dari masyarakatnya yang sehat. Sehat adalah aset yang paling berharga, ketika seorang memiliki kesehatan yang prima, maka Ia akan mampu menghadirkan produktivitas.

“Karena itulah kita ingin meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” katanya.

Aher menambahkan, semangat HKN bukan hanya semangat ‘mengobati penyakit’, namun lebih kepada semangat meningkatkan bahkan mempertahankan derajat kesehatan.

“Cara mempertahankan kesehatan diantaranya dapat dilakukan melalui upaya-upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Masyarakat perlu berperilaku hidup bersih dan sehat, dan selalu berupaya mencegah hadirnya penyakit” Tutur Aher.

Pada Hari Kesehatan Nasional Ke 53 tahun ini, tema yang diangkat yakni ‘Sehat Keluargaku Sehat Indonesiaku’. Tema tersebut sejalan dengan Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga.

“Keluarga menjadi awal untuk mendorong masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat,” Ujarnya.

Aher menuturkan, keluarga merupakan komponen terpenting dalam upaya pencegahan penyakit melalui upaya promotif maupun preventif.

Perilaku keluarga, katanya, memiliki dampak yang besar dalam pembentukan perilaku individu. Keluarga merupakan pengalaman pertama bagi setiap individu. Sehingga pendidikan di lingkungan keluarga dapat menjamin kehidupan seseorang untuk tumbuh dan berkembang.

Untuk itu, perlu terus diupayakan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat, dengan menyasar lingkungan keluarga.

“Program lain yang kita dorong berdasarkan instruksi Menteri Kesehatan RI, adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Dengan GERMAS, kita mengajak kerjasama lintas sektor dan lintas program dalam mewujudkan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat, yang pada akhirnya dapat membentuk bangsa Indonesia yang kuat” Imbuh Dia.

Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dalam rangka mewujudkan “Universal Health Coverage” (UHC) di Jawa Barat. Adapun saat ini Kota Cirebon menyandang peringkat pertama di Jawa Barat dalam mewujudkan UHC ini.

UHC merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan semua orang menerima pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan.

BAGIKAN