Pemerintah Bantah Lalai Urus Jenazah TKW Koriah

18

SUBANG – TKW asal dusun Tanjung Baru RT 02/08 Desa Ciasem Tengah Kecamatan Ciasem, Subang bernama Koriah Fauziah (35) binti Kuswani yang meninggal di Jeddah, Arab Saudi saat ini sedang menjadi perbincangan hangat sejumlah kalangan.

Sudah tiga bulan lebih lamanya jenazah Koriah yang konon katanya sudah berada di Rumah Sakit Jeddah tidak kunjung dipulangkan. Berbagai reaksipun bermunculan, dan pemerintah menjadi salah satu pihak yang dinilai kurang bertanggung jawab karena tidak kunjung membantu proses pemulangan Koriah.

Pahlawan devisa meninggal di Jeddah dan dibiarkan tanpa belas kasih. Sedangkan pada beberapa kasus kemanusiaan lain pemerintah responsif dan cepat tanggap. Akibat kesannya kurang perhatian kepada pahlawan devisa itu, sejumlah elemen masyarakat mulai bereaksi.

Muncul salah satu elemen masyarakat yang menggalan dana untuk proses pemulangan Koriah, masyarakat berbondong-bondong untuk membantu Koriah. Uang yang terkumpul untuk pemulangan Koriah semakin bertambah.

Namun tunggu dulu, bagaimana mau memulangkan Koriah, sedangkan jenazah Koriah yang konon katanya berada di Rumah Sakit Jeddah itu belum diketahui secara pasti. Pemerintah masih kelimpungan mencari informasi terkait keberadaan Koriah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Subang Asep Nuroni mengatakan, pada prinsifnya yang namanya warga negara Indonesi yang ada di luar negeri tanpa status apapun senadainya menadpatkan msibah dan kecelakan itu merupakan tanggung jawab semua pemerintah.

“Jadi pemerintah dari berbagai tingkatan wajib menguruskannya. Bukan hanya pekerja, buruh, jemaah haji dan orang Indonesua lainnya yang berada diluar dan mendapat masalah pemerintah wajib membantu.. Apalagi ini buruh,” kata Asep Nuroni kepada Mediajabar.com,(Grup Indowarta Xpress Media) Selasa (13/11/2017).

Tidak kunjung dipulangkannya Koriah, menurut Asep pemerintah bukan tidak mau membantu, Dirinya menegaskan ini merupakan kewajiban semua tingkatan pamerintah, di pusat ada Kemenlu, BP2TKI, lalu ditingkat Jawa Barat ada Disnaker Jabar, dan ditingkat daerah ada Disnaker Subang sampai tingkat kecamatan dan desa harus memperhatikannya.

“Sama membantu, cuma bahan untuk memcarinya itu apa? Itu bahan untuk mencari Koriah itu mana? Disana Kemenlu kesulitan mencari data itu. Kalau ada bahannya, serta petunjknya, Kemenlu pasti akan mencari karena kembali lagi ke semua tingkatan pemerintah wajib memperhatikan warga negera Indonesia jika mendapat mendapat kesulitan di luar negeri,” katanya.

Untuk proses pemulangan Koriah ini, saat ini pemerintah akan melakukan berbagai upaya, pertama sesuai dengan kewenangan yakni akan segera melaporkan dan mengumpulkan data tentang identitas Koriah.

“Kita meminta bnatuan Kemenlu, Konjem, dan Kedutaan Luar Negeri untuk mencari keberadaan Koriah tersebut, Insya Allah kalau ditemukan pasti dipulangkan,” katanya.

Asep mengatakan saat ini kesannya Koriah tidak bisa dipulangkan karena adanya kekurangan dana, tapi masalahnya bukan itu. Koriah akan dipulangkan jika memang keberadaannya itu ditemukan.

“Maksud saya saat ini apa yang akan dipulangkan belum terlacak, tapi seandainya sudah ditemukan pasti dipulangkan, cara menemukannya bagaimana itu yang menjadi kesulitan kita,” pungkasnya.***

BAGIKAN