Romy Yakini Ridwan Kamil Menang 60 Persen

136
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy. (Foto: Duddy Supriyady/WK)

BANDUNG – Ketua Umum/Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy menghormati keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar (PG) yang memasangkan Ridwan Kamil dengan Daniel Muttaqien pada Pilkada Jabar 2018 mendatang.

Itu disampaikan Romy sapaan akrabnya, usai menyampaikan Kuliah Umum di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Jl. AH. Nasution Bandung, Jumat (10/11).

“Kita menghormati keputusan tersebut, meskipun pihaknya sudah merekomendasikan Ridwan Kamil berpasangan dengan UU Ruzanul Ulum Bupati Tasikmalaya untuk Pilkada Jabar tersebut,” tandasnya.

Romy menilai dengan pasangan Ridwan Kamil-Uu merupakan pasangan muda millenium dengan anak muda yang diusung para santri, sehingga keduanya bisa bersinergi.

“Nanti kita lakukan pertemuan dengan Partai Koalisi, sehingga mencapai kesepakatan, siapa yang akan diusung nantinya, saya juga berkeyakinan Ridwan Kamil dapat memenangkan Pilkada Jabar 60 persen dibanding yang lainnya,” klaim Romy.

Sementara itu dalam kuliah umum bertema Kontribusi Politik Islam Upaya Merawat Kebhinekaan dalam Bingkai NKRI yang diadakan Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Bandung, Romy mengatakan umat Islam harus wasathan atau wasith yang berdiri di tengah permasalahan yang ada dan bukan menjadi penonton, kemudian harus menjadi walyatalattof atau lemah lembut kepada semua umat.

“Hari ini masih banyak kekerasan yang mengatasnamakan Islam, padahal umat Islam harus menjadi rohmat bagi sekalian alam,” ujarnya.

Menurut Romy kita tidak menyatukan agama dengan politik, karena kita bukan negara agama, bukan di Iran yang menyatakan negara adalah agama dan agama adalah negara.

Prinsip dari Piagam Madinah ada 14 point diantaranya kesamaan, saling tolong menolong, bermusyawarah, bertoleransi dan lain-lain.

“Kemerdekaan yang ada di pembukaan UUD ’45, berdasarkan Ke-Tuhanan Yang Maha Esa, Pancasila merupakan hadiah untuk negara bagi umat Islam,” tandas Romy.

Menurutnya radikalisme memang sudah ada sejak dahulu, Abdurohman Bin Mulzam, pembunuh Sayyidina Ali menuding Sayyidina Ali tidak berhukum atas hukum Allah dan salah satu radikalisme dalam Islam terjadi karena salah memahami Alquran.

BAGIKAN