Dedi Mulyadi ‘Terkapar’ Dalam Polling Jurnalis Online Bandung

58

BANDUNG-Di hari ketiga Polling Daring ‘ Gubernur Pilihan Jabar ‘ yang di inisiasi Jurnalis Online Bandung (JOB), Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi ‘ terkapar ‘ saat dihadapkan dengan Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Polling yang menyasar pengguna internet tersebut bertujuan untuk menakar respon tingkat kesukaan publik terhadap beberapa figur calon Gubernur Jawa Barat yang banyak disebut media massa.

Adi Raksanagara, salah seorang inisiator Polling daring ini mengatakan, Polling ini merupakan bukti partisipasi media pada pesta demokrasi yang sebentar lagi akan digelar di Jawa Barat.

“Ini bukti bahwa kami, insan media memiliki perhatian khusus pada Pilkada, utamanya pada pendidikan politik publik. Kami juga ingin menjaring aspirasi publik Jabar terhadap calon pemimpin mereka ke depan,“ kata Adi, Minggu, 3 Desember 2017.

Masih kata praktisi media massa senior itu, Polling ini akan melalui beberapa tahapan.

“Periode atau putaran pertama 1 hingga 7 Desember 2017, kita acak, pertama Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi. Dua tokoh ini punya elektabilitas yang sama – sama tinggi, tapi ada hal yang lebih menarik, akhir – akhir ini dua tokoh ini menjadi sorotan publik, ya rekan – rekan sudah tau jawabannya mengapa. Bergejolaknya Golkar juga tentunya memiliki efek domino, termasuk soal rekomendasi calon Gubernur yang kemarin dikeluarkan Golkar untuk Ridwan Kamil. Kita ingin tau, bagaimana respon publik, terutama pengguna internet terhadap pelaku – pelaku politik ini. Dalam hal ini tentunya Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi. Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur dari Golkar dan Dedi Mulyadi yang notabene kader Golkar juga disebut punya niatan maju sebagai Gubernur,“ ujar Adi.

Lanjut Adi, JOB berusaha meyakinkan publik, Polling ini bersifat terbuka dan siapapun bisa berpartisipasi.

“Polling ini bersifat terbuka, siapapun bisa partisipasi. One Gadget, One Voter, One Vote. Jadi setiap responden hanya bisa memilih satu kali. Hasilnya juga bisa secara real time dilihat oleh responden. Tanpa proses yang jelimet ( berbelit – belit ), cukup klik link nya, langsung klik pilihannya, langsung terlihat hasilnya. Aplikasinya juga umum kok, aplikasi polling biasa. Kami pastikan semua fair, karena kami ingin hasil yang sebenarnya, tanpa ‘pesan sponsor‘ istilahnya,“ ujar Adi.

Adi menambahkan, dari tiap putaran Polling, dipilih satu figur yang perolehan angkanya yang tertinggi dan kemudian akan disandingkan dengan figur lainnya.

“Misalnya figur A dan B, nanti diakhir periode kita lihat siapa yang perolehannya tertinggi, figur A misalnya yang tertinggi, kita sandingkan lagi dengan figur lain, figur C misalnya, kalau A misalnya menang lagi, ya kita sandingkan dengan figur D. Begitu seterusnya. Nah diakhir nanti, sampai semua figur memiliki tiket pasti melaju ke Pilgub, baru kita gelar Polling lanjutan. Kami yakinkan, Polling ini benar – benar clear, fair, kami tidak mau ada pesanan – pesanan, karena di JOB sendiri kan terdiri dari individu – individu jurnalis yang berbeda, dari media berbeda pula, jadi kami mau ini terlepas dari kepentingan politik manapun. Murni, objektif dan netral,“ tambahnya.

Adi membeberkan, hasil terkini dari Polling yang JOB gelar, Ridwan Kamil masih berada di posisi tertinggi.

“ya sampai sekarang, 3 Desember, Ridwan Kamil dihadapkan dengan Dedi Mulyadi, RK masih unggul 83 % atau 600 responden. Total responden yang telah berpartisipasi pada putaran pertama hingga sekarang tercatat 724 responden, kita lihat sampai tanggal 7 nanti, bisa saja berubah. Kan angkanya juga masih bergerak. Hasil akhirnya nanti kita publish di media yang menjadi anggota JOB,“ kata dia.***

Jajat Sudrajat

BAGIKAN