IMM Papua Minta KTT OKI Nyatakan Sikap Soal Yerussalem

JAYAPURA-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Papua dorong diselenggarakannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang rencananya dilaksanakan 13 Desember 2017 di di Istanbul, Turki. Membahas pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait kota Yerusalem menjadi ibu kota Israel.

Ketua DPD IMM Papua, Imam Alfian Kadir S.I.Kom kepada Wartakini.co di Jayapura mengatakan, kalau Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan sikap bahwa Yerusalem merupakan Ibu Kota Negara Israel, Negara – Negara yang tergabung dalam OKI harus juga menyatakan sikap bahwa Yerusalem merupakan Ibu Kota Negara Palestina.

Disampaikan Alfian, Indonesia sebagai Negara muslim terbesar dunia perlu menggalang kekuatan politik internasional dengan mempengaruhi negara-negara lainnya agar menolak pernyataan Trump terkait Yerusalem.

“Kami menilai pernyataan Donald Trump tersebut adalah bagian dari upaya Politik Israel untuk memperluas wilayah kekuasaannya di Palestina, karna Amerika selama ini selalu menjadi sekutu terbaik Israel untuk menggalang kekuatan politik dalam rangka mengekspansi wilayah Palestina. Jadi pernyataan Donald trump secara tidak langsung mengasosiasikan negara – negara sekutu mereka untuk menyatakan pendapat yang sama. Dan hal tersebut harus dicounter oleh negara negara yang tergabung dalam KTT/OKI,” jelas Alfian panjang lebar, Sabtu (9/12).

IMM berpendapat, Palestina merupakan negara yang berdaulat, “jika ada yang mengambil alih wilayahnya tentu hal tersebut melanggar kedaulatan. Hal tersebut tentu melanggar hukum internasional dan negara-negara yang selama ini pro kepada Palestina harus berani menyatakan sikapnya,” tutup Alfian.***

BAGIKAN