Bahas Nasib Citarum, Diam-Diam Partai Berkarya Dukung Anton Charliyan?

Eka Santosa Terima Cawagub Jabar Anton Charliyan – Bahas Kondisi Lingkungan dan Nasib Citarum 

BANDUNG-Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo yang juga Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum, disela-sela kunjungan bakal calon wakil gubernur yang diusung PDIP menyampaikan keprihatinan terkait kerusakan alam di daerah aliran sungai Citarum, Eka menyampaikannya di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa (17/1/2018).

“Lakukan langkah terpadu. Pidanakan tuh perusak lingkungan! Pabrik-pabrik besar di sana, saya tahu buang limbah, IPAl-nya bodong, mereka dibeking orang kuat, katanya, mentok kalau mereka tak dibabat,” ujarnya 

Terkait Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Citarum Harum di Gedung Sate, Selasa (16/1/2017), yang dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan, serta dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, Eka kembali mengatakan “Bagus-bagus saja, perhatian ke sungai yang “diperkosa” bareng-bareng selama belasan tahun, tak surut  Bila pendekatannya tak padu. Nasibnya, begitu-begitu saja”.

Pernah Bicara Dengan LBP, Ini Kata Eka

Eka mengungkapkan pernah diundang Luhut B Pandjaitan(LBP) Kala ditanya, mengapa Eka selaku Ketua Forum DAS Citarum tak ikut serta pada rapat (bahas Citarum, red)di Gedung Sate.

“Saya diundang langsung oleh Pak Luhut (Menko Bidang Kemaritiman) kemarin lusa (15/1/2017) ketika bertemu langsung di kantornya di Jakarta ditemani Satria Kamal,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui Eka sejak awal tahun 2017 intensif melalui Gerakan Hejo dan Forum DAS Citarum, secara komprehensif telah mencanangkan Jabar Darurat Lingkungan. Dalam berbagai kesempatan, ia  yang didukung Penasihat Gerakan Hejo yakni Solihin GP,  telah mengemukakan kegagalan penanganan lingkungan di Jabar dalam 10 tahun terakhir. Termasuk sungai Citarum, menurutnya yelah menyerap dana hasil pinjaman luar negeri Rp. 30 T dalam 12 tahun terakhir. 

“Terbitkanlah Perpres atau semacamnya, sehingga presiden yang sebaiknya menangani langsung, kalau dari daerah dan lembaga lain, seperti BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai), kita tahulah,”  jelas Eka.

Eka bersyukur diera Presiden Jokowi sejak November 2017 sungai Citarum ditangani khusus oleh Menko Bidang Kemaritiman. Seperti diketahui setiap hari sekitar 20,4 ribu ton limbah organik dan anorganik dibuang ke Citarum. Ini berlangsung selama puluhan tahun, termasuk aneka limbah dari 1000 lebih pabrik di sepanjang Citarum. 

Hebatnya, terjadi dari hulunya di Cisanti Kabupaten Bandung, hingga ke hilirnya di Muara Gembong Kabupaten Karawang. Perkiraan dari para pecinta lingkungan,   70 persen limbah ini teronggok begitu saja.

Sungai Citarum dengan panjang 297 km ini juga dicemari oleh kotoran manusia dan ternak sebanyak 35-65 ton perhari. Di luar itu sekitar 280 ton limbah kimia, dibuang begitu saja. Peningkatan kandungan logam berat dan bakteri E.coli yang melebihi batas aman. Padahal, sungai Citarum dimanfaatkan oleh 28 juta warga Jabar plus DKI Jakarta. 

.Sisi lain, air sungai ini  menjadi sumber air minum 80 persen penduduk DKI Jakarta, juga mengaliri 420 ribu hektar lahan pertanian. Ribuan ton ikan yang hidup di waduk Cirata, Saguling, dan Jatilunhur atau Ir. H Djuanda, setiap hari dikonsumsi warga DKI Jakarta dan Jabar.***

Jajat Sudrajat

 

BAGIKAN