Kasus Dugaan Ijazah Palsu Bupati, Polda Jabar Tolak Dalil Pemohon

Sidang Kilat Praperadilan SP3 Ijazah

BANDUNG–Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Khusus Bandung menggelar sidang lanjutan praperadilan atas perkara penghentian penyidikan atau SP3 kasus dugaan ijazah palsu Imas Aryumningsih yang menjabat Bupati Subang, dengan agenda mendengarkan jawaban dari pihak termohon, yakni Polda Jabar, Selasa (30/1/2018) siang.

Dalam sidang yang lagi-lagi berlangsung cepat, sekitar dua menit ini, dimulai pukul 13.55 dan selesai 13.57 WIB, pihak termohon menolak tegas dalil-dalil yang diajukan oleh pemohon praperadilan, yakni Warlan dan Amri Malau serta kuasa hukumnya​, Endang Supriadi.

Dalam sidang ‘kilat’ tersebut, Polda Jabar menghadirkan tiga orang kuasa hukum, di antaranya, AKBP Susi Bina Kurniati dan Atang Hermana.

Pantauan, meski jawaban dari pihak termohon tidak dibacakan oleh kuasa hukum, namun hakim tunggal Jonlar Purba menganggap jawaban tersebut dibacakan, sehingga sidang pun ditutup dan dilanjutkan Rabu besok (31/1/2018) pukul 09.00 WIB.

Ditemui usai sidang, kuasa hukum termohon, Polda Jabar, AKBP Susi Bina Kurniati, menyebut, meski tidak dibacakan di persidangan, namun jawaban dari pihak termohon dianggap sudah dibacakan.

Namun, Susi enggan berkomentar lebih banyak mengenai detail jawaban maupun seputar kasus dugaan ijazah palsu Imas Aryumningsih tersebut.

“Nanti saja yang berkomentarnya dari Humas Polda. Besok kan sidang lagi, agendanya pembuktian dari pihak pemohon,” katanya singkat, kepada Jabarpress.com. (Grup Indowarta Xpress Media).

Sementara itu, Endang Supriadi selaku kuasa hukum pemohon praperadilan SP3 kasus ijazah, mengungkapkan, berdasarkan surat jawaban yang diterimanya, intinya pihak termohon yakni Polda Jabar, menolak seluruh dalil-dalil yang dituduhkan oleh pemohon.

“Intinya termohon menolak dalil-dalil yang kami ajukan, diantaranya soal pemeriksaan saksi-saksi di Rumah Dinas Bupati, dan sebagainya,” tutur Endang.

Endang pun menegaskan, pihaknya siap mematahkan bantahan-bantahan dari termohon dan membuktikan dalil-dalil yang selama ini diajukan oleh pemohon praperadilan selaku kliennya, dengan menyodorkan bukti-bukti maupun saksi ahli.

“Pada sidang besok (Rabu, 31/1/2018), kami siap sodorkan bukti-bukti dan menghadirkan saksi ahli hukum pidana serta ahli kearsipan, untuk membuktikan dalil-dalil kami agar kasus ijazah ini terang benderang, sehingga harapan publik akan kepastian dan keadilan hukum bisa terjawab,” tegas Endang yang juga Ketua Umum Forum Komunikasi Advokat Subang (FKAS) ini.

Sebelumnya diberitakan, kasus dugaan ijazah palsu Imas Aryumningsih rupanya belum akan berakhir, meski Polda Jabar telah resmi mengeluarkan keputusan penghentian penyidikan atau SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan).

Keputusan SP3 oleh Polda, mendapat perlawanan dari pihak pelapor kasus tersebut, Warlan dan Amri Malau, melalui upaya hukum praperadilan.

Praperadilan SP3 kasus ijazah Imas Aryumningsih, resmi dilayangkan pelapor melalui kuasa hukumnya, Endang Supriadi didampingi M Irwan Yustiarta dan Ukatma, kepada Pengadilan Negeri Klas IA Bandung, pada Kamis (4/1/2018) lalu.

Permohonan praperadilan tersebut, resmi didaftarkan ke Pengadilan Negeri Klas IA Bandung dengan nomor register 01/Pid.Prap/2018/PN Bdg tanggal 4 Januari 2018.

Saat ditanya soal latarbelakang dan alasan mengajukan gugatan praperadilan, Endang menyebut, ada ketidakpuasan dari kliennya atas keputusan SP3 oleh Polda.

“Intinya ada ketidakpuasan dari pihak pelapor, diantaranya soal pemeriksaan banyak saksi yang dilakukan penyidik Polda dengan memilih tempat di Rumah Dinas Bupati, dan hal-hal lainnya,” tutur Ketua Forum Komunikasi Advokat Subang (FKAS) ini.

Diketahui, Polda Jabar resmi menghentikan penyidikan kasus dugaan ijazah palsu Bupati Subang Imas Aryumningsih. Penghentian kasus tersebut, berdasarkan surat pemberitahuan penghentian penyidikan atau SP3 nomor SP.Tap/3796/XII/2017/Dit Reskrim Um yang ditandatangani Direktur Reskrimum Polda Jabar selaku penyidik, Kombes Umar Surya Fana.

Dalam surat itu ditegaskan, sesuai hasil gelar perkara pada Jumat 29 Desember 2017 di ruangan gelar Ditreskrimum Polda Jabar, bahwa perkara yang dipersangkakan bukan merupakan tindak pidana. Karena itu, polda menetapkan untuk menghentikan penyidikan tindak pidana atasnama terlapor Imas Aryumningsih yang bekerja sebagai Bupati Subang.

Dalam acara pelantikan kades Kosambi Pusakanagara Saefudin, beberapa waktu lalu (4/01/2018), Saat diminta tanggapannya, Bupati Subang Imas Aryumningsih, tampak bahagia. Dia mengaku senang, kasus lawas seputar ijazah dirinya sudah selesai dan dihentikan penyidikannya oleh kepolisian.

“Iyalah, kita bersyukur sudah ada kepastian. Suratnya (SP3) sudah keterima,” imbuhnya saat itu.***

M. Ridwan |Indowarta

BAGIKAN