Sidang Praperadilan SP3 Kasus Ijazah Imas, Polda Jabar Mangkir

Foto : Mapolda Jabar

BANDUNG-Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Bandung menggelar sidang perdana praperadilan atas perkara penghentian penyidikan atau SP3 kasus dugaan ijazah palsu Imas Aryumningsih yang menjabat Bupati Subang, dengan termohon Polda Jabar, Senin (22/1/2018) siang sekitar pukul 13.33 WIB.

Namun, sidang yang dipimpin Hakim Jonar Purba ini, hanya dihadiri oleh Warlan dan Endang Supriadi selaku pemohon. Sementara pihak Polda Jabar selaku termohon, mangkir dari persidangan.

Endang Supriadi, pemohon praperadilan perkara SP3 kasus ijazah yang juga kuasa hukum Warlan, pelapor kasus dugaan ijazah palsu Imas Aryumningsih, menyebut, meski Polda Jabar selaku termohon mangkir dari persidangan, sidang tetap digelar sepihak.

“Meski termohon, dalam hal ini Polda Jabar, enggak hadir, sidang harus tetap digelar, walaupun sepihak, karena kami selaku pemohon hadir, sehingga sayang kalau tidak digelar,” ujar Endang.

Pihaknya mengaku, tidak mengetahui pasti alasan mangkirnya Penyidik Polda Jabar pada persidangan tersebut.

Selanjutnya, papar Endang, sehubungan termohon praperadilan, dalam hal ini Polda Jabar, belum bisa hadir, maka hakim menjadwalkan sidang lagi pada 29 Januari 2018 dan meminta termohon agar hadir di persidangan nanti.

Sementara itu, pelapor kasus dugaan ijazah palsu Imas Aryumningsih selaku pemohon praperadilan, Warlan, menyesalkan mangkirnya Penyidik Polda Jabar pada persidangan perdana ini.

Dia menuding, Polda sengaja mengulur-ulur waktu dan sebagai penegak hukum, tidak memberi tauladan kepada masyarakat.

“Penyidik Polda harusnya hadir di persidangan, memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Tapi kenyataannya malah mangkir,” tegas Warlan.

Hakim yang memimpin sidang praperadilan, Jonar Purba, memastikan, penyidik Polda Jabar selaku termohon, akan dipanggil kembali pada 29 Januari 2018 mendatang.

“Senin depan kita akan panggil kembali untuk sidang kedua,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus dugaan ijazah palsu Imas Aryumningsih rupanya belum akan berakhir, meski Polda Jabar telah resmi mengeluarkan keputusan penghentian penyidikan atau SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan).

Keputusan SP3 oleh Polda, mendapat perlawanan dari pihak pelapor kasus tersebut, Warlan dan Amri Malau, melalui upaya hukum praperadilan.

Praperadilan SP3 kasus ijazah Imas Aryumningsih, resmi dilayangkan pelapor melalui kuasa hukumnya, Endang Supriadi didampingi M Irwan Yustiarta dan Ukatma, kepada Pengadilan Negeri Klas IA Bandung, pada Kamis (4/1/2018) lalu.

Permohonan praperadilan tersebut, resmi didaftarkan ke Pengadilan Negeri Klas IA Bandung dengan nomor register 01/Pid.Prap/2018/PN Bdg tanggal 4 Januari 2018.

Saat ditanya soal latarbelakang dan alasan mengajukan gugatan praperadilan, Endang menyebut, ada ketidakpuasan dari kliennya atas keputusan SP3 oleh Polda.

“Intinya ada ketidakpuasan dari pihak pelapor, diantaranya soal pemeriksaan banyak saksi yang dilakukan penyidik Polda dengan memilih tempat di Rumah Dinas Bupati, dan hal-hal lainnya,” tutur Ketua Forum Komunikasi Advokat Subang (FKAS) ini.

Diketahui, Polda Jabar resmi menghentikan penyidikan kasus dugaan ijazah palsu Bupati Subang Imas Aryumningsih.

Penghentian kasus tersebut, berdasarkan surat pemberitahuan penghentian penyidikan atau SP3 nomor SP.Tap/3796/XII/2017/Dit Reskrim Um yang ditandatangani Direktur Reskrimum Polda Jabar selaku penyidik, Kombes Umar Surya Fana.

Dalam surat itu ditegaskan, sesuai hasil gelar perkara pada Jumat 29 Desember 2017 di ruangan gelar Ditreskrimum Polda Jabar, bahwa perkara yang dipersangkakan bukan merupakan tindak pidana.

Karena itu, polda menetapkan untuk menghentikan penyidikan tindak pidana atasnama terlapor Imas Aryumningsih yang bekerja sebagai Bupati Subang.

Saat diminta tanggapannya, Bupati Subang Imas Aryumningsih, tampak bahagia. Dia mengaku senang, kasus lawas seputar ijazah dirinya sudah selesai dan dihentikan penyidikannya oleh kepolisian.

“Iyalah, kita bersyukur sudah ada kepastian. Suratnya (SP3) sudah keterima,” imbuh Imas kepada Jabarpress.com, usai melantik Kepala Desa (Kades) terpilih Desa Kosambi Kecamatan Cipunagara, Saepudin, Kamis (4/1/2018).

(Usep)

BAGIKAN