Antisipasi Rusuh, Polres Subang Gelar Simulasi Penanganan Demonstrasi

FOTO : Personil Brimob Gelar Simulasi Penanganan Demonstrasi

SUBANG- Simulasi Penanganan demonstrasi dan potensi konflik pilkada digelar Polres Subang bersama TNI dan unsur lainnya, jelang penetapan calon Bupati/Wakil Bupati Subang 2018.
Menurut Kapolres Subang, AKBP M. Joni pihaknya menggelar simulasi penanganan demonstrasi jelang penetapan Calon Bupati/Wakil Bupati di  Pilkada Subang 2018 sebagai langkah antisipatif menjaga keamanan di wilayah hukum kabupaten Subang.

“Tahapan kampanye semakin dekat kurang dari seminggu. Untuk itu, kami melakukan persiapan melaksanakan simulasi penanganan jika terjadi demontrasi dampak pelaksanaan Pilkada,” kata Kapolres Subang AKBP Muhamad Joni, Jumat Pagi (9/2/2018).

Dalam pelaksanaan simulasi ini, terlihat sekumpulan massa melakukan orasi dengan cara damai, namun kemudian massa melakukan aksi anarkis dengan mencoba menerobos barikade polisi bahkan melakukan perlawanan kepada polisi.

Polisi yang telah siap siaga langsung menggunakan tameng untuk bertahan, sehngga massa tidak dapat merengsek masuk ke garis yang telah ditentukan polisi dan akibatnya, bentrok tidak dapat dihindarkan, massa pendemo melakukan pelemparan kepada polisi sehingga polisi membalas dengan tembakan gas air mata. Polisi juga menerjunkan tim Gagana Polda Jabar untuk menjinakan bom karena dalam aksi demonstrasi tersebut ada skenario ditemukan bom di lokasi demonstrasi.

Kapolres Subang AKBP  Muhamad Joni menilai latihan yang dilakukan anggota Polres Subang dengan melibatkan satuan Dalmas,Brimob, Paskhas TNI AU dan Anggot Kodim 0605/Subang.

Menurut M.Joni Meskipun sistem pengamanan dirancang dilakukan dengan persuasif, namun tidak menutup kemungkinan dilakukan seperti yang terjadi dalam latihan yang diperagakan anggota polres Subang, brimob,Dalmas dan gabungan unsur TNI

“Sistem pengamanan itu, tergantung dinamika masyarakat. Namun, kami mengutamakan sikap persuasif. Prosedur tetap juga harus ada, karena itu kami akan melakukan pengamanan sesuai standar pengamanan, bila aman bagaimana dan bila eskalasinya naik, maka polisi harus bagaimana,” ucap Kapolres.

Kapolres mengatakan, sistem pengamanan dengan prepentif juga akan dilakukan sesuai prosedur standar pengamanan, sehingga dapat dipastikan tidak akan menimbulkan korban jiwa. “Semua peralatan yang kami gunakan standar, amunisinya bukan dari peluru tajam,” terang Kapolres.

Kapolres menambahkan pilkada di Subang masih diprediksi akan berjalan dinamis, “Untuk itu, upaya yang akan dilakukan ke depan masih memprioritaskan pengamanan dengan sistem persuasif,” Pungkasnya.

Dudi setiadi | Subang

BAGIKAN