Malangnya Nunung, Dianiaya Majikan Asal Qatar hingga Gigi Rontok 

142908
klik di sini

Wartakini.Co, Subang – Seolah tak pernah putus, nasib tragis lagi lagi dialami tenaga kerja wanita asal Indonesia yang bekerja di Qatar. Nunung Sumiati (36) Warga Cilekor 1 Rt 4/2 Desa  Kadawung, Kecamatan Pabuaran, Subang ini dianiaya majikannya, dengan berbagai cara, mulai disayat dengan pisau, dipukul hingga mendapat benturan benda tumpul.
Nunung awalnya berangkat ke Qatar  pada Juli 2016 lalu. Selama 3 bulan pertama bekerja, Nunung bekerja seperti biasa, dan mendapat perlakukan baik dari sang majikan. Seiring dengan waktu, majikannya berubah menjadi pemarah dan sering berbuat kasar jika sedikit saja ada kesalahan saat bekerja.

“Penganiayaan itu dilakukan majikan laki laki, Abdul Salim Marjuk Al- Abdalah. Contohnya, waktu saya merapikan kamar anak majikan, lalu si anak majikan itu malah sengaja dibuat berantakan lagi kamarnya. Jadi saya yang dianggap tidak bekerja dengan baik dan langsung di pukul,” kata Nunung, Kamis (9/3/2017). 

Tidak hanya pukulan, Nunung harus menerima kekerasan pada bagian mukanya hingga lima giginya rontok. Yang bikin ngilu lagi, saat Nunung sempat mengalami luka sayatan pada bagian tangannya. Tak tahan dengan penyiksaan majikan, tanggal 26 Februari 2017 lalu pulang kampung. Saat keluarga majikan pergi, Nunung nekad melarikan diri dengan meloncat pagar dan baru tiba di Indonesia pada tanggal 6 Maret 2017.

Sampainya di Pabuaran, Nunung melaporkan penyiksaan yang dialaminya ke Polisi setempat. Dari hasil pemerikaan fisik, di tubuh Nunung  ditemukan sejumlah luka terutama di bagian wajah. Nunung langsung dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan Visum.

Diduga korban luka akibat sering di pukul oleh majikannya. Hal inilah yang menjadi penyebab gigi Nunung dan wajah memar, bahkan terakhir punggung Nunung diinjak hingga luka lebab.

“Kasusnya masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian setempat dengan mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan ke sejumlah saksi dan kasusnya dilimpahkan ke Perlindingan Perempuan dan Anak ( PPA ) Subang,” tegas Kapolsek Pabuaran, AKP Zaenal Rosyid. 

Ahmad Rifai