Lawan Terorisme, BNPT Gandeng Daiyah Fatayat NU

Wartakini,Co Bandung – Kepala Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Drs Suhardi Alius MH mengajak para Daiyah di lingkungan  Fatayat NU Jawa Barat untuk bersama sama melawan faham radikalisme agar tidak terus menyebar. 

Dia menyatakan bahwa paham rradikalisme yang mengarah kepada terorisme itu sudah sangat membahayakan masuk ke ranah anak anak dan perempuan. 

“Para Daiyah dari Fatayat NU kami minta untuk memberikan pemahaman tentang makna zihad yg sebenarnya.  kenapa sekarang ada tren lewat anak anak dan perempuan karena dianggap mudah untuk direkrut, dilatih, dan didik serta tidak mudah dicurigai. Sehingga mereka dapat dengan mudah dijadikan kurir dan pengantin,” beber Suhardi dalam forum Sarasehan pencegahan paham radikal terorisme dan launching Daiyah anti radikalisme bersama Fatayat NU, di Hotel Papandayan Bandung, Jumat (21/4/2017). 

Selanjutnya, mantan Kapolda Jawa Barat ini menjelaskan, program utama pencegahan menyebarnya faham radikalisme yang perlu dilakukan bersama adalah dengan melakukan pemantauan secara seksama di lingkungan pendidikan. 

“Lawan radikalisme melalui pengawasan di ranah dunia pendidikan dari mulai perguruan tinggi sampai sekolah dasar. Semua sekolah tanpa kecuali. Sekolah negeri atau swasta, formal maupun non formal,” katanya. 

Langkah berikutnya, adalah memberikan dan pengawasan lewat sosmed dan yang tak kalah penting juga peran keluarga yang menjadi filter dari paham radikalisme. 

“Demi mempermudah upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme ini, BNPT meluncurkan aplikasi pusat media damai untuk lawan paham radikalisme. Aplikasi ini di dalamnya terdapat literasi media, diskusi dengan pakar dan layanan penting lainnya. Aplikasi tersebut dinamai Getar Media  d dan bisa didownlod lewat play store,” pungkasnya.

Cica Nayati, salah satu pengurus Fatayat NU Cabang Subang yang menjadi peserta sarasehan mengaku antusias dengan keseriusan BNPT untuk menanggulangi terorisme ini. Dia mengaku siap untuk membantu BNPT mencegah faham radikalisme di daerahnya sendiri. 

“Apalagi dengan dibantu teknologi terbaru lewat aplikasi Getar Media bisa mempermudah kerja para Daiyah dimanapun mereka berada,” katanya. 

Ahmad Rifai