Menristek Larang Ekspor Bibit Hasil Riset Anak Bangsa

SUBANG – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti), Mohammad Nasir menyampaikan pesan jangan sampai terjadi ekspor bibit hasil riset Bangsa Indonesia.

“Karena yang riset kita, yang meneliti kita, tapi ujung-ujungnya mereka yang sukses, karena 5 taun kedepan mereka yang akan menguasai,” ujarnya dalam sambutan Peresmian Pusat Industri Bibit Buah Nusantara di Desa Curug Rendeng Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang, Selasa (12/12/2017).

“Tujuannya agar kebutuhan mereka akan buah dari Indonesia tetap tinggi. Kalau kita bisa lakukan standarisasi dari bibit buah maka kwalitas dan nilai pasar tetap tinggi,” katanya.

Pusat Indistri Bibit Buah Nusantara merupakan program start up industri bibit buah nusantara hasil kerjasama pemerintah melalui Kementrian Risetdikti teaching industri dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), PKHT dan  PT. Botani Speed serta PTPN VIII.

Kemudian kata Nasir, mengenai pupuk supaya tetap dijaga ketersediaannya. “Jangan sampai saat tanam pupuk susah dan saat panen ada, ini akan mencekik petani,” imbuhnya mengingatkan.

Selanjutnya Nasir mengatakan supaya menjaga nilai komersial hasil pertanian dengan tetap memberikan kepuasan konsumen melalui standarisasi.

“Yang harus diperhatikan terutama standarisasi pada bibit dan buah, karena hasil buah memiliki standar tinggi, sehingga eksport buah menjadi tinggi. Kadang kita sering bangga akan hasilnya tapi ternyata harganya tidak laku, bila inovasi dan komersial dikalikan maka tentu hasilnya akan memuaskan,” ungkapnya.

Dia berharap program yang berawal di Subang ini bisa memberikan kemajuan di masa depan.

“Mudah-mudahan start up yang dibangun di Subang hasil kerjasaam ini menjadi awal yang baik, dan maju kedepan,” tuturnya.

Sementara itu Menteri Risetdikti Mohamad Nasir berharap bibit yang dikembangkan benar-benar bibit yang berkualitas yang kedepan akan disebar ke 17 provinsi,

Dalam sambutannya Bupati Subang, Imas Aryumningsih menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah banyak memberikan perhatian kepada Kabupaten Subang.

“Terutama Kabupaten Subang ditunjuk menjadi tempat pembibitan, semoga ini menjadi awal kemajuan Subang,” ungkapnya.

Pusat pembibitan yang dibangun diatas tanah PTPN VIII seluas 25 HA ini, sedikitnya mengembangkan 5 jenis komoditas buah dengan berbagi macam varian, yaitu pepaya, durian, lengkeng, alpukat dan jeruk.

Kemudian Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto menyebutkan pusat pembibitan ini merupakan rangkaian pengembangan program pemerintah dan tidak hanya melakukan pembibitan juga memberikan pelatihan.

“Kita juga berikan pelatihan kepada 52 orang dari 17 provinsi yang berbeda, tujuannya agar nanti bisa dikembangkan,” katanya.

Ia meyakini teaching industry sangat bermanfaat, karena bukan sekedar pembelajaran tapi juga menjadi praktek bagi mahasiswa, selain pengembangan.

Acara ini juga turut dihadiri dari daerah lain diantaranya, Bupati Binjai Sumatra Utara dan dihadiri pula Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi, Kementerian BUMN, Dirjen Hortikultura Kementrian Pertanian, Direktur dan management PTPN VIII tamu undangan dan mahasiswa-mahasiwi IPB.

Usai peresmian kemudian dilanjutkan penyerahan bibit kepada Menteri dan Bupati kemudian undangan dan rombongan meninjau lokasi pembibitan dan praktek porses stek pohon alpukat.

BAGIKAN