LPPM Unsub Rilis Hasil Survei Elektabilitas Paslon Bupati & Wakil Bupati Subang

Subang-Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Subang (Unsub) merilis hasil survey elektabilitas pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati peserta Pilkada Serentak 2018, bertempat di Universitas Subang, Senin (14/5/2018).

Hasil survey tersebut menyatakan, paslon bupati dan wakil bupati nomor urut 3, Dedi J-Budi Setiadi, mengungguli paslon lainnya dengan perolehan suara sebesar 44%.

Pimpinan LPPM Unsub yang juga Dekan Fakultas Hukum Unsub, Ujang Charda, didampingi tim survey, Rakhmayudi, dan sejumlah anggota tim mengungkapkan, LPPM sebagai lembaga akademis yang punya obyektifitas, melakukan survey pemilih pilkada karena didorong oleh keinginan untuk mengetahui aspirasi masyarakat/pemilih terhadap paslon-paslon peserta pilkada.

“Melalui survey ini, kita ingin tahu orientasi, aspirasi dan harapan masyarakat terhadap pelaksanaan pilkada serta para pasangan calon,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan survey berlangsung secara obyektif dan memenuhi standar ilmiah penelitian.

“Para pelaku survey atau surveyor berasal dari kalangan mahasiswa dan alumni Unsub agar masyarakat lebih wellcome, terbuka,” tegas Ujang.

Sementara itu, Tim Survey LPPM Unsub, Rakhmayudi, menerangkan, pelaksanaan survey melibatkan sebanyak 40 petugas survey plus petugas entry data, yang disebar ke 253 desa/kelurahan di 30 kecamatan se-wilayah Subang.

Survey yang berlangsung selama satu bulan dimulai dari 5 April hingga 5 Mei 2018 ini, menggunakan metode random sampling secara acak dengan teknis tatap muka melibatkan responden sebanyak 400 orang, dengan rata-rata usia responden 17-50 tahun.

“Sampel ditarik dengan teknik multistage stratified random sampling dengan memperhitungkan populasi pemilih Subang sebanyak 1.318.603 orang, maka margin kesalahan survey berada pada kisaran 5% pada confident interval 95%,” tuturnya.

Selanjutnya, Rakhmayudi mengungkapkan, berdasarkan hasil survey, Pasangan Calon nomor 3 Dedi J-Budi Setiadi unggul dengan prosentase sebesar 44%, disusul paslon nomor 1 H Ruhimat-Agus Masykur sebesar 20%, dan paslon nomor 2 Imas Aryumningsih-Sutarno sebesar 7%. Sedangkan sisanya sebanyak 29% responden menjawab tidak tahu.

“Unggulnya paslon nomor 3 Dedi J dan Budi Setiadi sebanyak 44% ini, lebih dominan karena berjalannya mesin partai, yakni PDIP,” katanya.

Dia mengaku, survey dilakukan sebanyak dua kali, yakni saat awal kampanye dan pertengahan masa kampanye. Menurutnya, isu korupsi lebih dominan mempengaruhi pemilih dibandingkan dengan infrastruktur.

“Karena masyarakat tidak ingin kasus korupsi terulang lagi,” ucapnya.

Rakhmayudi menyebut, hasil survey yang dilakukannya tidak jauh berbeda dengan hasil survei dari KPU.

“Hasilnya enggak jauh dengan KPU, dimana elektabilitas Dedi J dan Budi Setiadi lebih unggul. Isu infrastruktur di pilkada tidak diutamakan di masyarakat, tetapi masyarakat lebih memilih ke arah figur sang calon,” pungkasnya.

Usep Husaeni | Indowarta