Pukul Wartawan dan Mahasiswa Saat Debat Pilkada, Oknum Polisi di Kecam

FOTO: Sekjen KMP3R, Jansen Previdea.

JAYAPURA-Menyikapi Kekerasan dan intimidasi yang diduga dilakukan oleh oknum Kepolisian Nabire kepada salah satu masyarakat atas nama Mando Mote dan Wartawan Koran Jubi Abeth Youw, saat dilaksanakannya debat kandidat II Pilkada Kabupaten Deiyai di Guest House Nabire, Sabtu lalu (5/5/2018), Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Papua Peduli Rakyat (KMP3R) ikut angkat bicara.

Jansen Previdea Kareth selaku Sekretaris Jenderal KMP3R kepada wartawan di Jayapura, Senin (7/5/2018) mengatakan pihaknya berencana melakukan aksi demo di Mapolda Papua dalam waktu dekat.

“Kepolisian harus seriusi masalah dimaksud agar memberikan efek jerah bagi oknum-oknum aparat yang terlibat pada kasus dimaksud,” jelas Jansen.

Dalam aksi tersebut nantinya juga akan melibatkan beberapa komponen masyarakat termasuk mahasiswa dan pemuda.

“Kamis nanti rencana kami aksi, yang intinya akan kami sampaikan persoalan sikap premanisme aparat yang sering terjadi. Karena kami harapkan angggota Polisi menjadi pengayom masyarakat,” ujarnya.

Sementara dalam pernyataan yang diterima wartawan dan juga menyebar di media sosial, Mando Mote mengatakan jika saat itu dirinya menyampaikan aksi protes dan menuntut bahwa debat kandidat wajib disaksikan oleh seluruh masyarakat juga ruang dan waktu harus dibuka bagi seluruh masyarakat.

“Momen debat ini wajib dilakukan secara transparan. Artinya tidak ada batasan dan larangan oleh siapapun, dan dengan cara bagaimanapun,” katanya.

Menurutnya, pihak keamanan dan KPU Deiyai keliru jika dibatasi, sebab momen debat tersebut adalah untuk masyarakat agar melihat, memahami, sekaligus mengetahui visi/misi, program kerja, pemahaman serta penawaran-penawan lain oleh Calon kandidat kepada masyarakat.

Momen ini wajib disaksikan oleh semua masyarakat bukan untuk pendukung-pendukung saja.

“Setelah saya sampaikan itu, saya keroyok, dipukul dengan moncong senjata, dipukul dengan tangan, oleh beberapa Polisi yang sedang mengamankan di lokasi kegiatan,” ungkapnya.

Menurut dia tidak merespon dengan melakukan pemukulan balasan,”Sebab saya orang terdidik, seorang Pamong, saya tau mana yang benar sesuai aturan dan mana yang tidak benar (tidak sesuai aturan). Saya Mando Mote amat sangat sayangkan jika pelayanan Kepolisian Kepada masyarakat dengan tindakan seperti itu, tidak manusiawi seperti,” imbuhnya.

Jurnalispun Menjadi Korban Kekerasan diduga Oknum Polisi

Sementara itu Abeth Youw dalam keterangannya menyampaikan ia diintimidasi dengan cara dicekik dan ditarik bajunya hingga kacamatanya rusak.

Kejadian yang menimpanya tersebut terjadi setelah ia merekam pemukulan terhadap Mando Mote yang saat ini viral dimedsos.

Diketahui, pihak kepolian Nabire sudah meminta maaf terhadapnya sesaat setelah kejadian itu. Namun, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari Polda Papua.

Kapolres Nabire AKBP Sony Sanjaya S.IK kepada Media Minggu (6/5) mengatakan jika pihaknya telah menahan oknum kepolisian yang diduga melakukan pemukulan dan segera dilakukan pemeriksaan di Polda Papua.

Faisal Narwawan |Jayapura

BAGIKAN