Warga Kesal Bakar Motor Pelaku Pembacokan ASN yang ditangkap Polisi

JAYAPURA-Ketiga pelaku pembacokan dua kakak beradik di Tanah Hitam Distrik Abepura Kota Jayapura berhasil diringkus tim Opsnal Polsek Abepura dan tim opsnal Polres Jayapura kota pada pukul 17.00 WIT, kamis (10/5/2018).

Ketiga pelaku tersebut melakukan pembacokan hingga salah satu korban atas nama Dani Subi Nusli (38 tahun) meninggal dunia setelah sempat dirawat beberap jam lamanya di RSUD Abepura.

Dani yang sehari harinya bekerja sebagai PNS Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jayapura tewas akibat mengalami luka bacok pada bagian kepala belakang.

Sementara, satu korban lainnya yakni adik korban Hasmi Rajibun (32 tahun) saat ini sedang kritis akibat mengalami luka bacok pada bagian kepala sebelah kiri dan tangan kiri.

Dari data kepolisian menyebutkan, ketiga pelaku tersebut masing-masing yaitu AD alias dian, (19 Tahun), IN, (30 tahun) dan MW (19 Tahun). Ketiganya diringkus pada tempat berbeda.

“Pelaku IN ( 30 tahun) dan AD (19 tahun) ditangkap di Rumah Sakit Yowari Kabupaten Jayapura. Sedangkan MW berhasil kami ringkus di Waena. Saat ditangkap ke tiganya tak melakukan perlawanan,” ujar Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas melalui Paur Humas Polres Jayapura Kota Iptu Jahja Rumra, Kamis malam (10/5/2018).

Bersama ke tiga pelaku, juga disita Barang Bukti (BB) berupa 1 buah parang dan 1 unit sepeda motor Yamaha mio city dengan nomor polisi DS 2072 RH.

Untuk diketahui sebelumnya warga Tanah Hitam Distrik Abepura Kota Jayapura dikagetkan dengan pembacokan yang dimulai dengan perkelahian di depan Pos Patmor Tanah Hitam.

Dari keterangan saksi di lapangan atas nama La Madu yang sempat merelai perkelahian itu mengatakan, ketiga pelaku dan ke dua korban sempat terlibat cekcok dan perkelahian di depan rumah korban.

“Saya sempat lerai tapi saya sendiri mau kena bacok juga, tahu-tahu pas berkelahi di depan Pos Patmor Tanah Hitam sudah luka-luka,” ujarnya.

Kejadian ini terjadi sekitar pukul 13.10 WIT yang juga menyita perhatian masyarakat sekitar.

Warga yang emosi dan tak sempat mengejar pelaku akhirnya membakar 2 sepeda motor diduga milik pelaku.

Belum diketahui pasti penyebab dari peristiwa tersebut, pihak kepolisian juga masih melakukan penyidikan terkait kasus ini.

“Masih diperiksa ketiga pelaku setelah itu baru bisa kita tahu apa motifnya, dibutuhkan juga keterangan korban,” jelas Jahja Rumra.

Beberapa sumber di lapangan menyebutkan peristiwa itu dikarenakan persoalan sepele. Yaitu salah satu pelaku marah akibat sepeda motor miliknya yang diparkir didepan rumah korban sobek pada bagian jok depan.

Sementara versi lain mengatakan, pengeroyokan ini terjadi karena persoalan utang piutang. Namun, keterangan resmi pihak kepolisian memang belum bisa memastikan apa motif pengeroyokan tersebut.***

Faisal Narwawan |Jayapura