Cerita Pemudik, diantara Mitos, Realitas & Kekhawatiran

FOTO: Pemudik melintas di Bekas Longsoran Tanah yang menimbun beberapa kendaraan berapa tahun silam di kawasan Leuweung Tiis Sumedang .

SUMEDANG- Faktor Mitos dan mistik disebuah daerah ternyata menjadi pertimbangan para pemudik saat memilih jalan pulang menuju kampung halaman walaupun berangkat secara bergerombol yang tak disengaja, para pemudik menyimak informasi dunia internet yang mewartakan kaitan mitologi dengan informasi-informasi aktual. Seperti cerita tentang angkernya kawasan Leuweng Tiis Sumedang dan cerita saat terjadi laka sebuah bis yang tertimbun longsor hingga tentang Tanjakan Emen di kabupaten Subang.

Dedeh warga Sukabumi pegawai negeri yang mudik ke kampung halamannya di Tasikmalaya mengakui mengetahui informasi terkait mistik, menurut Perempuan kelahiran 1975 ini dia mengenal adanya penampakan di tanjakan Emen dan kejadian-kejadian berbau mistik yang diberitakan media massa.

“Tau lah, soal Emen, juga tentang itu orang yang kemasukan di sana, diacara dunia lain, dan kemarin saya juga buka internet tentang makhluk sepotong itu, ngeri juga walaupun belum 100 % percaya tapi rasa takut dan bimbangmah ada,” ungkapnya.

Menurut Dedeh dia juga diwanti-wanti soal jalur Subang-Sumedang yang katanya rawan, “Mereka bilang takut ada begal, juga ada tempat yang sejarahnya dipakai buang orang, Bekas kejadian laka bis, orang tertimbun longsor, kampung monyetlah dan cerita lainnya, walaupun saat saya melintas gak ada apa-apa tapi saya agak kepengaruh juga,” imbuhnya.

Dari obrolan tersebut Dedeh yang berangkat bersama suaminya mengaku terpengaruh cerita juga membuat dia kurang fokus berkendara, ada bayangan-bayangan halusinasi yang membuatnya terkadang menjadi gagal fokus.

“Jujur aja saya jadi sering berhenti minimal setiap usai melewati tempat angker, karena deg-degan dan malah takut celaka karena terlalu mikir, makanya saya lebih baik baca-baca do’a yang saya hafal, karena takutnya mikir takut celaka eh malah kejadian,” tuturnya.

Wisatawan Lokal berfikir Simple Soal Memilih Tempat Wisata

Ratusan pemudik dan wisatawan lokal bercampur baur penuhi jalan di kawasan Selatan Subang sejak H+e Lebaran.

Ratusan kendaraan pemudik dan Wislok sering membuat situasi arus Lalin di kawasan bundaran nanas dan tugu gotong royong macet. Para wisatawan lokal sendiri banyak yang berasal dari Subang Utara dan Subang kota dan ingin menikmati indah dan asrinya suasana kawasan Selatan Subang.

Truk Aqua pun kini Mulai Beroperasi pasca lebaran

Namun hari ini ternyata truk-truk Aqua juga sudah beroperasi terlihat dari aktivitas perusahaan air berkelas Internasional tersebut, menambah padat situasi lalu lintas di kawasan tersebut.

Para pemudik dan Wislok juga mesti berhati-hati terutama di jalur-jalur tanjakan seperti; tanjakan Darmaga, Cicenang, Emen dan sejumlah turunan yang menuju ke pusat kota Subang.

Arifin | Indowarta