Unjuk Rasa Ratusan Petani Patimban Karena Ketidak Adilan!

SUBANG-Ratusan petani pemilik lahan Patimban kembali menggelar aksi unjukrasa di beberapa tempat di Jakarta, Kemarin Selasa pagi(10/7/2018). Dalam aksi tersebut, para petani pemilik lahan Patimban tetap memperjuangkan harga ganti rugi tanah yang layak dan mengacu kepada hasil penelitian Tim PS3 IPB

Ratusan petani pemilik lahan yang lahannya akan dijadikan Pelabuhan Patimban berencana menggelar aksi demontrasi damai di Jakarta selama dua hari.

Dalam aksi pertama hari ini Selasa(10/7/2018), ratusan pengunjuk petani mendatangi Gedung Ombudsman. Dalam orasinya, Koordinator aksi sekaligus ketua Paguyuban Tani Berkah Jaya((PTJB) Arim Suhaerim meminta kepada pihak Ombudsman agar permasalah pembebasan tanah ditangani oleh pihak Ombudsman RI Pusat.

“Karena proyek Pelabuhan Internasional Patimban adalah proyek Pemerintah Pusat dan meminta segera ada tindakan nyata terkait Laporan dan tuntutan kami dengan menyurati Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Perhubungan RI sehingga ada solusi yang terbaik terkait permasalahan Pelabuhan Patimban,” ujar Arim dalam orasi di depan Gedung Ombudsman.

Sementara itu Saputra salah seorang perwakilan dari Ombudsman yang menemui para pengunjukrasa berjanji akan menyampaikan segala tuntutan para petani pemilik lahan Patimban.

“Semua tuntutan para petani pemilik lahan Patimban yang lahannya akan dijadikan proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, akan saya sampaikan ke pimpinan dan akan segera membawanya ke rapat pleno,” tandas Saputra dihadapan para pengunjukrasa.

Setelah berunjukrasa didepan gedung Ombudsman, ratusan pengunjuk rasa bergerak ke Kantor Kemenhub dan setelah lama berorasi para pengunjukrasa ditemui oleh Fakhrudin Staf Menhub Tenaga Ahli Bidang Keamanan.

Kepada perwakilan Kemenhub, ketua PTJB Arim Suhaerim meminta pihak Kemenhub mendengar aspirasi para pemilik lahan Patimban yang meminta agar penilaian harga pembebasan lahan Pelabuhan Patimban mengacu kepada hasil penelitian Tim PS3 IPB dan meminta bertemu dengan Menhub Budi Karya.

“Alhamdulillah setelah berdiskusi lama dengan perwakilan Kemenhub, akhirnya kami para pengunjukrasa mendapatkan komitmen bahwa aspirasi para pemilik lahan di Patimban akan segera disampaikan kepada Menhub Budi karya dan mereka berjanji beberapa hari kedepan akan ada progress yang bisa disampaikan ke Paguyuban Tani Nerkah Jaya,” Jelas Arim

Setelah mendatangi Kemenhub, ratusan Petani Patimban melanjutkan Aksi ke gedung DPR RI/MPR RI dan berorasi sekitar 1 jam, sebelum akhirnya 2 perwakilan petani diterima oleh salah satu anggota DPR

Dalam dialognya dengan perwakilan anggota DPR RI, perwakilan petani diminta untuk segera membuat Surat Permohonan Audiensi dengan Komisi V DPR RI yang terkait dengan departemen Perhubungan/ Kemenhub sehingga permasalahannya Lebih jelas Dan bisa dibantu dicairkan solusi yang terbaik terkait tuntutan Kami yaitu harga yang layak dan adil dalam pembebasan lahan yang akan dijadikan proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban” ucap Arim.

Setelah hari ini berunjukrasa di Gedung Ombudsman, DPR RI dan Kemenhub, Rencananya dalam aksi kedua besok pagi Rabu (11/7/2018) Ratusan Petani pemilik lahan Patimban akan mendatangi kantor kedutaan besar Jepang.

“Karena proyek Pembangunan Pelabuhan Patimban ini dibiayai oleh Jepang, Aksi depan Gedung Kedubes Jepang besok pagi, kita tetap akan menyampaikan tuntutan yang sama seperti hari ini, “ujarnya

Ahya Nurdin

BAGIKAN