Faktor Ekonomi, 7-8 Ribu Warga Subang Pilih Kerja di Luar Negeri

SUBANG – Banyak faktor yang menyebabkan ribuan warga Subang memilih bekerja jadi TKI diantaranya faktor ekonomi merupakan salah satu alasan bagi sebagian besar buruh migran untuk bekerja ke luar negeri. Namun tak hanya satu alasan itu saja, ada banyak alasan lain yang pada akhirnya mendorong mereka menjadi pekerja migran. Salah satunya adalah dorongan dari orangtua atau orang-orang terdekat. Serta tergiur gaji besar.

Dalam setahun, tidak kurang dari 7-8 ribu warga Subang Jawa Barat pergi keluar negeri untuk mengadu nasib dan mengais rezeki dengan cara menjadi TKI.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Pembinaan dan Penempatan Tenaga kerja Indonesia Disnakertrans Kabupaten Subang, H. Indra Suparman SH.

Menurut Indra, jumlah tersebut adalah TKI yang berangkat melalui jalur legal sementara yang ilegal pihaknya tidak mempunyai datanya, dan diperkirakan bisa lebih sedikit atau lebih banyak jumlahnya dari yang legal.

“Untuk tahun 2018 hingga Agustus ini sudah 4.728 Warga Subang berangkat jadi TKI, sedangkan tahun 2017 warga Subang yang jadi TKI sebanyak 8.353 orang, tahun 2016 sebanyak 7.326 0rang dengan negara tujuan diantaranya Singapura, Malaysia, Brunai Darussalam, Taiwan, Korea, Jepang, China dan Hongkong,” katanya.

Mereka TKI asal Subang ini umumnya bekerja di sektor Informal, namun ada juga yang bekerja disektor formal.

“Umumnya bekerja di sektor Informal yang didominasi oleh para TKI wanita, mereka bekerja di bagian pembantu rumah tangga, dan baby siter. Sedangkan Formal itu didominasi oleh TKI laki-laki, biasanya kerja di pabrik atau perusahaan,” jelasnya.

Jumlah pekerja informal lebih banyak ini juga menunjukkan, jika peluang kerja memang jauh lebih banyak. Disamping itu, proses keberangkatan TKI khusus di bidang ini memang relatif lebih mudah dibandingkan dengan sektor formal.

“Dari segi biaya, sektor Formal memang jauh lebih mahal. Sedangkan informal itu murah kadang juga biaya gratis dengan syarat atau sistem tertentu, potong gaji atau lainnya,” katanya.

“Faktornya tetap ekonomi, sulit cari kerja di Subang, tergiur gaji besar diluar negeri,” lanjut Indra.

Pemerintah tak melarang warganya untuk menjadi TKI karena itu bagian dari Hak Asasi Warga. Asalkan jalurnya melalui jalur resmi dengan menempuh prosedur yang baik dan benar untuk jadi TKI, “Kita memang tidak melarang para TKI dan TKW pergi ke luar negeri, silahkan saja asalkan mereka bisa mandiri di negara yang ingin mereka datangi, mempunyai keahlian/keterampilan khusus dan bisa menjaga dirinya sendiri. Dan yang paling penting jangan sampai mereka mengalami perbuatan buruk oleh majikan,” ungkapnya.

Cegah TKI Ilegal, Disnakertrans Lakukan Sosialisasi Terpadu

Disisi lain, untuk meminimalisir TKI berangkat melalui jalur ilegal, pihaknya bekerjasama dengan Pemkab Subang, Polres Subang rutin menggelar sosialisasi hingga ke tingkat desa. Dalam sosialisasi tersebut disampaikan, TKI yang berangkat secara ilegal, rawan tersandung masalah.

“Bagi warga yang ingin menjadi TKI, intinya harus memiliki pemahaman kalau tidak memiliki skil jangan berangkat. Jika tetap ingin berangkat ya berangkatlah secara legal, jangan melalui jalur yang ilegal nanti kalau ada masalah repot sendiri dan pemerintah juga repot,” paparnya.

Pihaknya juga sudah membuka akses informasi secara luas mengenai ketentuan bagi para warga yang ingin menjadi TKI. Ia mengimbau masyarakat agar terlebih dahulu memperdalam informasi sebelum berangkat menjadi TKI.

Ahya Nurdin | Indowarta