Mathew Isaac Cohen, Dalang Wayang Kulit Asal Inggris ini Ternyata Seorang Profesor Sejarah

SUBANG – Plt. Bupati Subang menghadiri acara pentas wayang kulit keliling pantura di halaman GOR Desa Tambakdahan dengan dalang Prof Matthew Isaac Cohen dari Inggris/U.K dengan Pangreksa Budi dari Cirebon dan Kanda Busana dari Inggris/U. k. Senin (30/7/18).

Sambutan Direktur Warisan Dan Diplomasi Budaya Kemendikbud RI Dr. H Nadjamuddin Ramly menyampaikan bahwa, “Pentas Wayang Kulit keliling Pantura ini terselenggara atas kerjasama dan partisipasi secara gotong royong antara Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Pemerintah Kabupaten/Kota di 10 wilayah Pantura Jawa Barat, Kedutaan Besar RI di London, Komunitas pewayangan Pangreksa Budi dan Kanda Buwana, Kasultanan Kasepuhan Cirebon, Kasultanan Kacirebonan, serta Royal Holloway University of London, Inggris,” ungkapnya.

Pentas Wayang Kulit ini akan berlangsung dari tanggal 27 Juli hingga 7 Agustus 2018 di 10 (sepuluh) titik sebagai berikut:

Sang dalang, Profesor Matthew Isaac Cohen, adalah seorang sejarawan dan antropolog seni pertunjukan Indonesia yang telah mendalami dan menggeluti Wayang Kulit selama lebih dari 30 tahun. Lahir di Amerika Serikat dan lulus dari Universitas Harvard dan Yale, menjabat sebagai Profesor Teater Internasional dan Direktur Pusat Pengkajian Teater dan Tari Asia di Royal Holloway, University of London.

“Profesor Cohen mulai belajar wayang kulit pada tahun 1988 sebagai sarjana penerima beasiswa Fulbright di Akademi Seni Karawitan Indonesia Surakarta (sekarang: ISI Solo) dan meneruskan pembelajarannya di Jawa Tengah dan Cirebon dan telah tampil mementaskan Wayang Kulit secara internasional di tempat-tempat bergengsi seperti British Museum, Harvard University, the Vanvouver Gamelan Festival, Festival of Ideas Cambridge University, Pemakaman Astana Gunung Jati, Sono Budoyo, Festival Wayang Nasional TMII, Linden-Museum Stuttgart dan Yale University Art Gallery”.

“Berharap dengan terselenggaranya program ini pola gotong-royong antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan masyarakat, khususnya masyarakat pewayangan Indonesia, akan semakin erat dalam memajukan wayang sebagai warisan budaya terlebih dalam melestarikan maupun mengembangkan wayang sebagai salah satu pilar kebudayaan bangsa, hal mana merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” ucap Plt Bupati Subang, H. Ating Rusnatim.

Plt. Bupati Subang berterimakasih kepada Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud RI yang telah melaksanakan kerjasama dan pada kesempatan kegiatan acara ini berjalan sesuai harapan.

“Semoga kedepannya bisa melaksanakan kerjasama kembali terutama semakin banyak kegiatan kesenian dan kebudayaan salah satunya sebagai bentuk nyata upaya dalam pemajuan kebudayaan termasuk kedalam Undang-Undang Kemajuan Kebudayaan No. 5 Tahun 2017 ” dalam melestarikan kebudayaan tradisional, khususnya kesenian tradisional yang ada di wilayah Kabupaten Subang,” ungkapnya.

Pada kegiatan acara Pentas Wayang Kulit keliling Pantura ini pemerintah Kabupaten Subang sangat menyambut baik dengan terselenggara nya kegiatan ini kita dapat mengapresiasi dan memotivasi kiprah para seniman khususnya kesenian wayang kulit di Kabupaten Subang pentingnya melestarikan kesenian sebagai produk budaya menjadi kebanggan kita semua dan menjadi bukti bahwa mendapat perhatian dan apresiasi tinggi dari masyarakat dunia dan ikut mewarnai kebudayaan di dunia. “Berharap kepada seluruh generasi harus bisa melestarikan kesenian wayang kulit ini,” imbuhnya.

Hadir pada kegiatan tersebut Kadis Pendidikan Dan Budaya Kabupaten Subang beserta jajarannya, Kepala OPTD Kabupaten Subang, Camat Tambakdahan, Para Kepala Desa Tambakdahan, para tokoh seniman, budayawan praktisi seni dan budaya di Kabupaten Subang, dan seluruh warga Tambakdaham.*

Satria| Humas

BAGIKAN