Beri Bantuan Alat Gamelan, Kiprah Novianti Maulani diakui Warga Ciangsana Cijambe

82
Novianti Silviadi Bersama Warga Ciangsana Cijambe

SUBANG – Sanggar Tari Nay Sunda Subang dikenal tidak hanya menggratiskan belajar tari tradisional kepada para peserta didik, namun juga memiliki kepedulian dan perhatian besar terhadap keberlangsungan kelompok seni dan budaya (seniman-budayawan) di wilayah Subang, diantaranya, dengan memasilitasi bantuan peralatan gamelan.

Bantuan seperangkat gamelan lengkap ini diserahkan langsung oleh Pimpinan Sanggar Tari Nay Sunda, Noviyanti Maulani, dikenal sebagai Indung Budak, kepada masyarakat seni Ciangsana Desa Bantarsari Kecamatan Cijambe, Rabu (24/10/2018).

Bantuan tersebut diterima langsung oleh pimpinan masyarakat Seni Ciangsana, Bah Adang, disaksikan puluhan warga.

“Baru kali ini kita dapat bantuan alat gamelan. Terimakasih kepada Indung Budak atas bantuannya,” ujar Bah Adang dengan wajah sumringah.

Menurutnya, Sanggar Tari Nay Sunda bukan saja tidak bersifat komersial, tetapi bahkan mampu membantu para kelompok seniman dengan perlengkapan gamelannya.

“Semoga kebaikan ini dibalas Allah SWT, dengan kebaikan yang berlipat ganda, dan semoga cita-cita Indung Budak dikabulkan Alloh SWT,” katanya.

Pihaknya akan memanfaatkan bantuan seperangkat gamelan ini sebaik-baiknya untuk kemajuan seni dan budaya, khususnya di masyarakat Cijambe.

“Gamelan ini akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melestarikan seni dan budaya Sunda,” ucap Bah Adang.

Pimpinan Sanggar Tari Nay Sunda, Noviyanti Maulani atau Indung Budak, mengatakan, pemberian seperangkat gamelan bertujuan untuk pelestarian seni dan budaya Sunda, yang selama ini sudah mulai tergerus, seiring perkembangan zaman dan teknologi.

Pihaknya berharap, dengan bantuan seperangkat gamelan kepada Masyarakat Seni Ciangsana itu, mampu membangkitkan minat generasi milenial, untuk mengenal sekaligus peduli melestarikan seni dan budaya Sunda.

“Ini hanya bentuk kepedulian saja, masa ada kelompok masyarakat seni yang memiliki komitmen kuat untuk melestarikan seni dan budaya Sunda, tidak kita perhatikan, terlebih keberadaan Masyarakat Seni Ciangsana ini seiring dan sejalan dengan Sanggar Tari Nay Sunda yang memiliki tujuan sama untuk melestarikan seni dan budaya Sunda,” paparnya.

Menurutnya, tanggungjawab melestarikan dan memajukan seni budaya Sunda bukan hanya tanggungjawab pemerintah, tetapi juga masyarakat seperti yang dilakukannya itu.

Pihaknya mengaku, bantuan peralatan gamelan tidak hanya diberikan kepada masyarakat seni Ciangsana saja, tetapi juga kepada sejumlah kelompok seni gotong sisingaan.

“Kita juga pernah membantu beberapa kelompok seni gotong sisingaan, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama seniman dan budayawan,” pungkas Indung Budak, panggilan populer Noviyanti.

Ahya Nurdin