Hati-Hati! Praktek Perdagangan Balita Merebak di Medsos

SURABAYA | Polisi berhasil membongkar modus perdagangan balita online melalui media sosial instagram. Empat pelaku berhasil diringkus.

Keempat pelaku yang ditangkap pada Minggu (7/10/2018) malam di dua kota (Surabaya dan Bali).

Akun instagram perdagangan balita online itu terlacak setelah Tim Cyber Polrestabes Surabaya melakukan patroli di dunia maya, September 2018 lalu. Setelah mencurigai aktifitas akun itu, Unit Jatanras akhirnya mengurai dan berhasil mengidentifikasi para pelakunya, dikutip dari laman online jatim.now.

Sementara itu seorang warga Subang, Rina (27) mencurigai adanya akun medsos yang menawarkan anak-anak korban gempa Palu. Dia mencurigai hal tersebut sebagai mafia perdagangan bayi.

“Ada penawaran di medsos menawarkan bayi dan anal-anak korban gempa palu, saya curiga sih sebenernya karena kan gak mudah untuk adopsi, ini kok gampang banget tinggal sms atau wa nanti didatangi dari mereka semacam yayasan,” ungkapnya.

Kecurigaan Rina beralasan apalagi informasi penangkapan polisi pelaku perdagangan online di Jawa Timur, “Ya curiga aja infonya di daerah lain ada penjual bayi ditangkap jadi ngeri juga kalau ada warga yang kena tipu,” pungkasnya.

Redaksi | Dadang

BAGIKAN