Iran Sebut Israel Bak ‘Tumor Kanker’ di Timur Tengah

25
klik di sini

TAHERAN |Presiden Iran Hassan Rouhani pada Sabtu 24 November 2018 menyebut Israel sebagai “tumor kanker” yang didirikan oleh negara-negara Barat untuk memajukan kepentingan mereka di Timur Tengah. Para pemimpin Iran sering mengutuk Israel dan memprediksi kehancurannya, tetapi Rouhani, yang relatif moderat, jarang menggunakan retorika semacam itu.

Melansir Associated Press (AP), dalam Konferensi Persatuan Islam tahunan, Rouhani mengatakan, “Salah satu hasil yang tidak menyenangkan dari Perang Dunia II adalah pembentukan tumor kanker di wilayah tersebut”. Dia melanjutkan dengan menyebut Israel sebagai “rezim palsu” yang didirikan oleh negara-negara Barat.

Iran mendukung kelompok militan seperti Hizbullah dan Hamas yang dijanjikan untuk penghancuran Israel. Iran tidak pernah mengancam akan menyerang Israel, tetapi telah berjanji untuk membalas jika serangan itu diserang.

Hal inilah yang membuat Israel memandang Iran sebagai ancaman eksistensial. Pada Mei 2018 lalu, Israel mengklaim telah membombardir hampir semua infrastruktur Iran di Suriah selama serangan udara diluncurkan.

Negara Zionis itu menyerang infrastruktur Iran di Suriah, sebagai tanggapan atas serangan roket Iran terhadap pasukannya di Dataran Tinggi Golan. Dikutip dari The Guardian, Kamis 10 Mei 2018, Iran menyerang Israel tepat setelah tengah malam.

Namun Israel menyebut serangan roket Iran gagal mencapai sasarannya. Konfrontasi antara Israel dan Iran ini memperumit konflik Suriah.

Serangan itu merupakan pertama kalinya bahwa Iran telah menembakkan roket secara langsung ke pasukan Israel, dalam konflik yang selama bertahun-tahun telah diperjuangkan melalui sejumlah proksi, seperti kelompok Lebanon Hizbullah.

Respons Israel terhadap agresi Iran adalah serangan paling signifikan di Suriah sejak perang Yom Kippur 1973. Konfrontasi itu menyusul kampanye bayangan perang selama berbulan-bulan di mana Israel telah dituduh melakukan serangan udara berulang di Suriah, yang terakhir dilaporkan pada Selasa malam lalu.

Pada Kamis itu, militer Israel mengatakan bahwa mereka telah menyerang lusinan sasaran termasuk penyimpanan senjata, situs logistik dan pusat-pusat intelijen yang digunakan oleh pasukan Iran di Suriah. Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, mengatakan bahwa pihaknya berhasil menghantam semua infrastruktur Iran.***[pikiranrakyat.com]