Pertamina EP Ajukan Usulan Produksi 2019 di Sukolilo Jatim 12 Ribu Barel Perhari

Jakarta |PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero), mengajukan usulan produksi untuk 2019 Lapangan Sukowati di Jawa Timur, rata-rata sebesar 12 ribu barel minyak per hari (BOPD).

“Pada awal 2019, produksi Sukowati akan dimulai di level 9 ribuan. Sebentar lagi dengan SKK Migas akan mengajukan usulan-usulan sehingga bisa mencapai 12 ribu barel per hari,” kata Presiden Direktur PT Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf saat diskusi mengenai pengelolaan lapangan migas di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, kesulitan yang dihadapi di Sukowati adalah penyemenan sumur minyak (semen bonding) yang bagus dan berumur panjang. Rencana pengembangan dari sisi fasilitas permukaan tanah agar bisa mempertahankan produksi Lapangan Sukowati dilakukan dengan upgrading, pembangunan flow line dari sumur injeksi, general over hole, power supply, serta upgrading kantor.

“Ini rencana kerja untuk maintenance produksi Lapangan Sukowati. Kita pernah mencapai puncak di atas 40 ribu barel pada 2012, 2013, lalu terjun bebas di 2014. Sekarang kita mulai ramp up, harapannya peningkatan sampai dengan tahun depan,” ujarnya.

Menurut Nanang, rata-rata produksi minyak Lapangan Sukowati sesudah diambilalih oleh Pertamina EP pada 20 Mei 2018 mencapai 9.493 BOPD, dari sebelum terminasi sebesar 6.874 BOPD. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan hingga 2.500 BOPD hanya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Amien Sunaryadi, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), mengatakan tim SKK telah melaporkan bahwa ada potensi menaikkan produksi minyak dengan cara sederhana.

“Mereka cerita soal semen bonding seperti yang dilakukan di Lapangan Sukowati. Lumayan logis, practical. Yang penting produksi naik,” kata Amien.

Menurut Amien, SKK Migas sudah membentuk tim terkait upaya peningkatan produksi minyak dengan memperbaiki kualitas semen bonding. Selain itu, masalah sumber daya manusia juga perlu diperhatikan. Pertamina diyakini memiliki manajemen sumber daya manusia yang cukup baik.

“Saya fokus ke output, human resources management harus dipegang betul. Dengan demikian discovery bisa naik, kalau Sukowati bisa 50 persen masa yang lain tidak bisa? Lapangan ada, orangnya ada, teknologi ada, tantangannya how to make it happen,” kata Amien.[Ant].**

BAGIKAN