Caleg Perindo Minta Dinkes Subang Turun Tangan Bantu Pengobatan Saefudin “Bayi Penderita Hidrosefalus”

Subang | Sri Mulus Sugiharti Caleg DPRD Subang dari Partai Perindo No urut 7 Daerah Pemilihan Pamanukan, Sukasari, Legonkulon, Pusakajaya dan Pusakanagara. Jumat sore(4/1/2019) menjenguk Saefudin bayi penderita Hidrosefalus di Dusun tengah RT 11/4 Desa Pamanukan Sebrang Kec.Pamanukan Subang.

Sri Mulus Sugiharti mengaku prihatin melihat kondisi Saefudin bayi penderita Hidrosefalus yang kondisinya semakin hari kepalanya semakin membesar,” Kita sangat sedih, prihatin dan kasihan melihat kondisi Dede bayi ini, kepalanya makin membesar akibat cairan yang terus bertambah di otak bayi tersebut,” ujar Sri Mulus.

Menurutnya, bayi ini butuh penanganan medis yang sangat cepat dan rutin jangan dibiarkan berlarut-larut seperti ini,”Harus segera mendapatkan penanganan medis, kasihan kalau dibiarkan nanti kondisi kepalanya akan semakin membesar,” imbuhnya.

Dikatakan Sri Mulus, kondisi bayi malang ini saat ini hanya bisa tergolek lemas menahan sakit di kepalanya yang makin hari makin membesar. Kalau bayi ini bisa bicara dia pasti akan mengatakan, “sakit mamah kepala Dede”.

“Saya benar-benar tidak tega dan sedih melihat kondisi bayi ini, hanya bisa tergolek lemas, kakinya tak bisa digerakkan dan matanya tak bisa terpejam sekalipun dia sedang tidur” ungkap Sri Mulus Sambil menangis menitikkan air mata.

Untuk membantu biaya pengobatan bayi tersebut, Sri Mulus Sugiharti bersama para kader dan simpatisan Partai Perindo Subang akan menggalang dana untuk membantu biaya pengobatan Saefudin

“Insya Allah saya akan berusaha untuk terus menggalang dana guna membantu pengobatan Saefudin bayi penderita Hidrosefalus, agar bayi ini bisa sembuh dan hidup normal seperti bayi lain seusianya,” ucapnya

Sri Mulus juga mengajak semua pihak yang memiliki kelebihan rezeki dan harta untuk menyisihkan sebagian kecil rizkinya guna membantu pengobatan bayi tersebut.

Selain itu Sri Mulus Sugiharti Alumnus Fakultas Hukum Universitas Pasundan juga mendesak Pemkab Subang untuk segera turun tangan bantu pengobatan Saefudin bayi penderita Hidrosefalus ini.

“Saya mohon Dinas kesehatan Kabupaten Subang untuk segera turun tangan memfasilitasi segala pengobatan Saefudin, karena bayi ini harus segera dioperasi agar kepalanya tidak terus membesar karena gumpalan cairan yang menumpuk di otaknya,” pinta Sri Mulus

Tidak hanya itu, Sri Mulus juga meminta Pemkab Subang dalam hal ini Dinkes Subang untuk cepat tanggap terhadap permasalahan kesehatan warga miskin

“Saefudin bayi penderita Hidrosefalus ini lahir dari keluarga tak mampu, orang tuanya hanya buruh serabutan.Seharusnya pemerintah cepat tanggap terhadap kondisi kesehatan masyarakat yang sangat urgent ini dan jangan menutup mata”tandasnya

Seperti diberitakan wartakini.co sebelumnya, Saefudin Rahmat Dani, bayi berumur tujuh bulan yang menderita penyakit hidrosefalus ini merupakan anak pasangan Endin Rosidin dan Emi, saat ini membutuhkan uluran tangan semua pihak untuk membantu biaya pengobatan bayi malang tersebut

Emi ibunda dari bayi malang tersebut menuturkan bahwa sejak lahir anaknya ada sedikit benjolan dibagian dekat tulang ekornya. Pihak keluarga juga sempat melakukan bedah plastik pada benjolan tersebut di Rumah Sakit.

“Awalnya ada dibelakang dekat pantat ada benjolan, setelah dibedah sempat hilang itu, namun sekitar 3 bulan kebelakang itu pindah ke Kepala yang sekarang makin besar,” ucap Emi.

Emi juga menyampaikan bahwa pada bulan November 2018 lalu, anaknya sempat menjalani operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Setelah operasi tersebut Kepala dari Safeudin sempat mengecil.

“Setelah operasi itu ukuranya sempat jadi 43cm, tapi sekarang mulai besar lagi.” Jelas Emi

Menurut Emi, dalam keseharianya kondisi dari anaknya yang baru berusia 7 bulan tersebut sering mengalami panas dibagian kepala.

“Setiap kepalanya panas, anak ini selalu nangis seolah kaya tidak kuat nahan sakit. Namun anehnya sekalipun kepalanya panas, tapi badannya dingin tidak panas,” jelas Emi.

Emi juga mengatakan, bahwa dalam kesehariannya anaknya bergerak-gerak seperti biasa, hanya saja untuk kedua kakinya jarang bergerak.

“Kalau badan bergerak normal cuma kakinya jarang bergerak dan terlihat seperti lemas,” katanya.

Saat ini, pengobatan untuk saefudin sendiri ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Namun dalam beberapa kesempatan ada beberapa obat yang secara pribadi dibeli sendiri oleh pihak keluarga berdasarkan resep dokter.

Emi selaku ibu dari bayi malang tersebut mengharapkan doa dan ukuran tangan dari para dermawan untuk membantu biaya pengobatan anaknya.

Eni juga berharap Bupati Subang yang baru, Ruhimat, bisa datang dan menengok kondisi anaknya tersebut dan Ia juga mengharapkan bantuan dari Pemerintah untuk kesembuhan dari penyakit Hidrosefalus yan mendera anaknya.

“Keluarga kami sendiri bukan berasal dari orang yang mampu secara finansial. Ayah dari Safeudin saat ini kerja serabutan. Sedangkan saya sendiri berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang mengurus Saefudin. Maka dari itu kami butuh uluran tangan semua pihak untuk membantu biaya pengobatan anak kami,” ucapnya.

Lebih lanjut, Emi menuturkan bahwa pada pertengahan Januari ini keluarga akan kembali membawa ke RSHS dan kemungkinan akan kembali lakukan operasi yang kedua.

“Kata dokter waktu itu, agar tidak semakin parah, paling engga selama setahun ini harus terus berobat jalan, agar penyakit Hidrosefalus yang menimpa anak saya tidak semakin parah,” ungkapnya.

Ahya Nurdin