Viral di Internet, Tindakan Polisi China Serbu Masjid

29
klik di sini

Internasional| Polisi China dikabarkan menyerbu tiga masjid dan menyeret keluar serta mengusir paksa ratusan jemaah yang tengah beribadah. Peristiwa tersebut terjadi di Yunnan, China bagian barat daya. Peristiwa tersebut terungkap setelah beberapa video yang memperlihatkan momen tersebut viral di internet.

Dalam salah satu video, terlihat para polisi merangsek masuk ke masjid. Sementara dalam video lainnya terlihat polisi dengan kasar menyeret dan mendorong keluar salah seorang lelaki dari masjid.

Sumber anonim menyebut setidaknya 100 polisi dikerahkan dalam penggrebekan tersebut. Sekitar 40-50 orang ditangkap dalam penggrebekan. Beberapa warga yang tidak ditangkap dikabarkan pingsan, salah satunya seorang wanita lanjut usia.

Melansir media Akurat.co Pemerintah China mengatakan bahwa masjid tersebut dijadikan tempat pendidikan agama ilegal yang melanggar Peraturan China tentang Urusan Agama.

“Setelah berulang kali menginformasikan kepada penduduk setempat tentang perincian Peraturan Urusan Agama melalui program penjangkauan, beberapa anggota masjid terus mengorganisir kegiatan keagamaan ilegal di situs-situs keagamaan ilegal ini,” kata pemerintah Weishan dalam sebuah pemberitahuan, dilansir dari laman BuzzFeed, Senin (31/12).

Hui Muslims praying for protection (Qunut Nazilia) today before being forcibly evicted from their mosque by Chinese police in Weishan of #Yunnan province. Their mosque along with two other mosques in the region are going to be demolished. #China #Islam #Ummah pic.twitter.com/GMyH7ybRub

— DOAM (@doamuslims) December 29, 2018
p>”Berdasarkan Peraturan Urusan Agama, biro Urusan Agama di Pemerintah Weishan memutuskan untuk menggrebek tiga masjid pada tanggal 29 Desember 2018,” lanjut pernyataan tersebut.

Pernyataan lain diberikan oleh penduduk setempat yang menyebut bahwa warga telah berusaha mendaftarkan masjid tersebut kepada pemerintah, namun tak kunjung mendapat tanggapan.

Sulaiman Gu, seorang aktivis mahasiswa Muslim Hui yang tinggal di Amerika Serikat, mengatakan bahwa masjid-masjid lokal tetap loyal kepada pemerintah pusat di Beijing, tetapi untuk berhasil terdaftar mereka perlu bergabung dengan asosiasi Islam provinsi Yunnan yang dikendalikan oleh Partai Komunis China (PKC). Namun, karena perbedaan dalam praktik keagamaan, mereka memutuskan untuk mendirikan masjid sendiri.

Loyalitas masjid-masjid ditunjukkan dengan pemasangan bendera negara dan slogan-slogan pemerintah. Gambar di Twitter menunjukkan bahwa pintu masuk ke masjid telah dirantai, dilaporkan sedang menunggu pembongkaran.

Tidak hanya Islam, pemerintah China memang dikenal memberlakukan kontrol ketat terhadap semua agama. Pemerintah China juga menggrebek gereja dan tempat-tempat ibadah lainnya yang dianggap tidak sesuai dengan standar pemerintah.

Redaksi