Dihadapan Anggota DPR RI Petani Keluhkan Harga Cabai Rawit Yang Murah

SUBANG – Harga cabai rawit mencapai titik terendah akhir akhir ini. Perkilonya hanya dihargai Rp 1.500 saja oleh tengkulak. Hal itu terungkap dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh H Oo Sutisna, Anggota Komisi IV bidang pertanian DPR RI.

Dalam RDP yang digelar di Kantor KTNA Kabupaten Subang pada Minggu (3/02/2019) itu, hadir ratusan petani tidak hanya dari Subang, namun juga dari daerah lain se Jawa Barat.

Kang Oo, sapaan akrabnya, mengungkapkan keprihatinannya terhadap setiap keluhan perwakilan petani di Jawa Barat. Terutama soal harga cabai rawit atau cengek tadi yang jauh dari kata memguntungkan.

Biro Iklan

“Kami mengira banyak faktor yang melatarbelakangi anjloknya harga cabai rawit di pasaran. Coba bayangkan, petani yang memggantungkan hidup dari hasil taninya saat panen, namun apa yang didapat? Jangankan mendapat laba, kembali modal saja tidak,” ujar anggota Fraksi Gerindra dalam wawancara, Selasa (05/02/2019).

Dirinya membandingkan sikap publik yang kerap mengeluh saat harga kebutuhan pokok naik. Namun sebaliknya, saat harganya jatuh, teriakan petani nyaris tak terdengar. “Apakah yang berhak didengar itu hanya pembeli saja? Kali ini giliran petani sebagai produsen yang ingin diberi keadilan,” tandasnya.

Menurutnya, bagaimana harga komoditi pangan bisa terjaga dengan baik dengan campur tangan pemerintah, sementara di dalam tubuh dinas pertanian sendiri peran pemasaran produk diperkecil.
Dia lantas mempertanyakan mengapa
di pusat peran kelembagaan Pemasaran Hasil Pangan (PHP) diturunkan statusnya.

“Kenapa pemasaran hasil produk pertanian seolah tidak menjadi prioritas? Lembaganya tidak lagi setingkat dirjen. Apa itu cukup untuk mengurusi dan menjaga pemasaran komoditas pertanian se Indonesia? Saya pastikan tidak,” tambahnya.

Jadi bagi Oo, sudah jelas ketidakberpihakan pemerintah pada petani. Itu tugasnya yang sama sekali belum tuntas. Selama lima tahun terakhir, Oo Sutisna tidak pernah lelah terus berkeliling dapilnya di Subang, Sumedang dan Majalengka. Sebagai petani, dia sudah di jalur yang tepat memperjuangkan segala kebutuhan petani dan nelayan. Selama itu pula sudah banyak program yang dia salurkan langsung melalui dinas terkait ke para kelompok tani dan koperasi nelayan.

Redaksi I Ahmad Ripai