Fenomena Kekuasaan,Kehidupan,dan Politik

0
5

Entah kebetulan dalam skenario memang harus demikian seperti sudah sama-sama kita ketahui mula-mula Allah mengumpan akan menciptakan manusia yang akan dijadikan khalifah di bumi setelah Adam Bapak manusia benda-benda tercipta benar-benar tercipta Allah menyuruh sekalian hamba dilangit menyembahnya menghormatinya semuanya pun taat melaksanakan perintah Allah menyembah Adam kecuali sang angkuh iblis, akibat keangkuhannya iblis menerima hukuman abadi dan karenanya lalu dendam kepada Adam yang dianggap penyebab hukumannya Adam sang khalifah pun kemudian digoda nya dengan apa sang khalifah ini digoda oleh iblis, Adam digoda agar mendurhakai Tuhannya yang telah dengan kasih sayang mencipta dan mengangkatnya sebagai khalifah, dengan iming-iming kehidupan dan kekuasaan hal yang kekal. dan Adam tergoda memakan buah yang dipercayainya akibat tunjukkan iblis dapat membuatnya hidup dan berkuasa selama lamanya. inilah awal dosa manusia.

maka heran kah kita apabila anak cucu Adam terutama yang terlalu menyadari khalifahannya begitu gampang tergoda oleh kehidupan dan kekuasaan?

bahkan sepertinya keinginan hidup dan berkuasa terus merupakan benih yang menyatu dari dan lahir bersama manusia sampai dia menyadari kehambaannya..

jangan-jangan tangisan dan jeritan bayi saat lahir kedunia juga sebenarnya merupakan ungkapan belaka dari keinginan hidup dan berkuasa itu, lihatlah bayi seperti menyadari kehidupan dan kekuasaannya begitu tak peduli terhadap sekelilingnya Yang penting semua keinginannya tidak terpenuhi setiap kali dia menunjukkan kekuasaannya dengan senjatanya yang ampuh yaitu : menangis..!
lalu lambat laun meningkat dari sekedar menangis ke memukul-mukul atau bahkan merusak. Sampai sang orang tua pun menyadari kekuasaan mereka sendiri. atau kesadaran akan kekuasaan mereka sendiri melebihi toleransinya terhadap kekuasaan anak mereka. dan, anda tahu seringkali kesadaran ini berlanjut terus hingga sekarang sudah mulai dewasa.

adalah wajar seorang kernet yang tawadhu memendam cita-cita suatu saat bisa menjadi seperti bosnya sopir karena dimatanya sopir lebih berpeluang hidup langgeng dan begitu berkuasa di kendaraannya dan jalanan sopir meskipun misalnya berperawakan kecil mungil begitu mengemudikan kendaraannya serasa diri merasa diri sebesar kendaraan itu, jika kemudian cita-cita sang kernet kesampaian benar-benar menjadi sopir, apa yang terjadi sang kernet yang tawadhu pun tiba-tiba berubah.. ketika mengemudikan bus misalnya maka mobil-mobil kecil atau apalagi kendaraan seperti sepeda harus menyingkir dari hadapannya kalau tidak ingin ia libas.. dia sekarang adalah khalifah di jalan , kendaraan-kendaraan kecil itu bisa apa ??
penumpang penumpang bus bisa apa ?? begitulah maqom sopir ternyata dapat dengan mudah mengubah perangkai dan sikap sang mantan kernet..

barangkali anak Anda atau anda sendiri sejak masih sekolah sudah mengimpikan kelak akan menjadi dokter yang bisa hidup dan menguasai para pasiennya .. atau insinyur yang bisa hidup dan menguasai para staf..dan atau kyai yang hidup dan menguasai para santrinya ?? atau malah bupati yang sangat sibuk dan menjadi penguasa tunggal di kabupatennya mungkin juga mula-mula tersirat hal-hal seperti itu dalam impian anda maupun anak anda. namun kemudian bawaan dan godaan bertemu dalam perjalanan hidup dan yang terlihat pun hanyalah kehidupan dan kekuasaan yang kekal itu namanya saja…

mana ada kehidupan kekal di dunia ini…??? mana ada kekuasaan tanpa akhir..? mana ada bayi abadi? mana ada sopir seumur hidup..?
mana ada pejabat tidak mengalami pensiun dan dipensiunkan…?
kehidupan dan kekuasaan yang kekal itu hanyalah bualan iblis…

namun seringkali terutama ketika kita masih sangat hidup dan berkuasa melalui kehidupan dan kekuasaan kita itu iblis terus meninabobokan kita sehingga kita menjadi lupa..
maka anda yang sedang menikmati hidup dan membanggakan kekuasaan sebesar atau sekecil apapun kiranya patut mencatut syair Arab yang ini :

“Bila suatu ketika kau memikul keranda ke kubur ingatlah bahwa sesudah itu kau akan dipikul pula dan bila kau diserahi suatu kekuasaan atas kaum ketahuilah suatu saat kau akan diberhentikan juga”

KH.Mustofa Bisri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here