Human Traficking, 4 Orang diciduk Aparat Reskrim Polres Indramayu

20
klik di sini

INDRAMAYU – Empat orang diciduk Sat Reskrim Polres Indramayu. Mereka diciduk karena melakukan perdagangan orang atau trafficking anak di bawah umur. Para korban dijadikan pekerja seks komersil (PSK) dan terapis spa plus-plus di Jakarta.

Namun, dalam aksinya, tersangka menjanjikan para korban kerja sebagai Babby Sister dan SPG. Keempat orang tersebut adalah FS (31) asal Indramayu, FG (33) asal Yogyakarta, WN (16), istri siri FG, asal Indramayu, dan AR (34) asal Depok.

Korban dari mereka adalah TA (15), AMS (14), VK (15), AM (15) dan RY (16). Serta dua orang sudah dewasa, RA (24) dan DR (19).

Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki didampingi Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Suseno Adi Wibowo mengatakan modus tersangka merekrut dan menjanjikan pekerjaan kepada para korbannya sebagai Babby Sister dan SPG.

“Namun, kenyataannya akan dipekerjakan sebagai Terapis Spa Plus-Plus atau Karaoke di Jakarta dan PSK di wilayah Indramayu,” kata Kapolres di Mapolres Indramayu saat jumpa pers, Rabu (6/2/2019).

Korban, lanjutnya dijanjikan berpenghasilan hingga Rp20 juta untuk kerja sebagai terapis spa plus-plus per bulannya dan jadi PSK dengan tarif Rp400 ribu hingga Rp500 ribu.

“Tersangka membuatkan dokumen palsu berupa Surat Keterangan, Fotokopi KK dan Surat Ijin Orangtua sehingga usia korban dituakan menjadi 18 tahun dan 19 tahun agar dapat diterima bekerja,” katanya.

Tersangka, lanjutnya dijerat Pasal 2, Pasal 6 dan pasal 10 UU RI No 21. Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) dengan ancaman hukuman paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan pidana denda paling sedikit Rp120 juta dan paling banyak Rp600 juta.

Mangun Wijaya