Satpol PP Aceh Timur Tertibkan Pedagang Kota Idi Pelanggar Qanun

Aceh Timur |Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Aceh Timur menertibkan sejumlah Pedagang yang Kaki Lima (PKL) di Kota Idi, Kamis (7/2/2019). Penertiban juga melibatkan TNI, Polri, Dinas Perdagangan dan Dinas Perhubungan dan dinas lingkungan hidup.

Dalam penertiban barang dagangan PKL yang berjualan di bahu jalan ada yang diangkut ke kantor Satpol PP untuk didata dan bila kedapatan telah berulang kali melakukan pelanggaran akan ditindak lanjuti keranah hukum.
Penertiban PKL itu menurut Kasatpol PP, T. Amran, SE.MM ada bocoran,” Sehingga PKL tidak ada yang berjualan dijalan lintas pertengahan perkotaan Idi,” ucapnya singkat.

Kasat Pol PP , T Amran SE, MM, melalui kabid terantib M. Zamil, SE mengatakan ke wartawan ini , Kamis (7/2/2019) “Penertiban PKL ini bertujuan agar kota tidak semberaut, Kota idi merupakan ibu kota kabupaten, jadi ketertiban dan keindahan kota merupakan tanggung jawab kita bersama, kami mohon khusus nya teman2 yg masih berjualan di lokasi2 yg di larang untuk tdk lg berjualan, sudah menahun kita lakukan sosialisasi tp tingkat kesadaran masyarakat masih sangat rendah terutama para pedagang musiman, jangan paksa kan kami untuk menjalankan aturan secara tegas, nanti yang rugi juga pedagang itu sendiri, kami butuh kesadaran oknum2 pedagang, yg masih menggunakan median jalan untuk berjualan. perlu kita sadari ketertiban dan ke indahan bukan lah milik satpol pp/wh tapi semua ini milik masyarakat aceh timur, mari sama2 kita menjaga,” ungkap M. Zamil, SE.

Satpol PP memastikan barang jualan pedagang kaki lima seperti pedagang sayur, sembako, pedagang buah dan pedagang es, Petugas Satpol PP memeriksa sekeliling kompleks pasar kota idi.

Hal itu dilakukan sebagai langkah memastikan pedagang tidak berjualan di bahu jalan kota idi. Tambah Kasatpol PP T. Amran saat di komfirmasi di kantornya mengatakan, terpaksa kembali menertibkan pedagang berjualan di pasar lama karena para pedagang membandel.dan penertiban yang di laksanakan pada hari ini merupakan perintah qanun no 11 tahun 2014,tentang penertiban dan pemberdayaan pedagang kaki lima.

“Pedagang hanya tertib bila satpol PP berjaga di lokasi kejadian itu. Bila anggota Satpol PP selesai berjaga maka PKL kembali berjualan di lokasi pasar kota idi,” tegasnya.

Padahal lokasi pasar kota idi cukup representatif. Karena itu terpaksa Satpol PP harus bertindak tegas dengan menertibkan dan mengangkut barang jualan pedagang ke mobil truk untuk selanjutnya dibawah ke kantor satpol pp.
Ia menambahkan, operasi tersebut akan terus diberikan hingga pedagang sadar dan tidak lagi berjualan di bahu jalan kota Idi.

Iwan | Aceh Timur