Hari Krida Pertanian, Warga Sumur Barang Gelar Wayang Purwa

Subang-Desa Sumur barang adalah salah satu desa yang terletak diwilayah subang timur tepatnya di wilayah kerja Kecamatan Cibogo, warga masyarakatnya mayoritas para petani,dan desa tersebut saat ini sedang kerap melakukan Hari Krida pertanian atau mapag Sri di gelar di kampung Sumur barang dusun 3 desa sumur barang Kecamatan Cibogo Kabupaten Subang.

Kegiatan tersebut di gelar belum lama ini, dilakukan di depan bale musawarah dusun 3 kampung sumur barang kegiatan tersebut di hadiri oleh seluruh warga masyarakat para kepala desa serta muspika kecamatan cibogo, hal ini adalah salah satu wujud sukur terhadap alloh swt yang telah memberikan nimat kepada kita semua.

Kegiatan tersebut adalah untuk melestarikan budaya adat sunda murba yang sudah melekat kental di masyarakat kampung sumur barang. Ketua penyelenggara Suhayat di dampingi ketua BPD Sumur barang saat dimintai tanggapan menjelaskan,”Kegiatan tersebut biasanya di lakukan dalam kegiatan mapag sri ( sunda red) musim panen, dan kegitan budaya adat ini sudah lama pakeum dan setelah desa ini di jabat oleh kepala desa yang baru, kegiatan budaya adat ini di bangkitkan kembali, di harapkan budaya yang sudah lama hapir punah ini akan di agendakan pada setiap tahun,” ungkapnya
          
Dalam kegiatan tersebut di gelar wayang purwa  wayang kulit) bersama kidalang  Anom Apen Supendi dari babakan bandung Desa Jati Kec Cipunagara Kabupaten Subang, sementara tanggapan masyarakat antusias artinya dengan adanya kegiatan tersebut untuk menysukuri nimat yang di berikan alloh swt kepada kita semua,dan agar memiliki rasa kebersamaan  gotong royong serta menjalin tali silaturahmi. Semoga kedepan desa sumurbarang lebih maju,” ucapnya.

Kades Sumur barang Dadi Cahyadi saat di mintai tanggapan menjelaskan ia mengapresiasi dalam kegiatan tersebut, dan itu merupakan adat budaya leluhur masyarakat desa sumurberang yang sudah melekat kental di masyarakat paparnya.

Dadi berharap,”Semoga dengan adanya kegiatan tersebut di jadikan ajang silaturahmi serta menumbuhkan sipat gorong royong,dan juga kedepan bisa diagendakan pada setiap tahun,” imbuhnya.

Dadi juga berharap,”Semoga dengan kerja sama antara masyarakat dengan aparatur desa bisa mewujudkan sebuah pembangunan desa yang sejahtra, dan bisa melaksanakan pelayanan terhadap masyaraka yang lebih maksimal serta menyukseskan program pemerintah pungkasnya.

Hal serupa di ungkapkan tokoh adat Oyo menjelaskan setelah usai pagelaran wayang purwa digelar sukuran hajat babarit atau mapag sri, itu merupakan salah satu sukuran kepada sang pencipta alloh swt yang memberikan nikmat kepada masyarakat desa sumurbarang paparnya.

Tokoh adat  menambahkan bahwa hasil panen tahun masyarakat kampung sumur barang cukup maksimal di harapkan kedepan dengan adanya dukungan bapak kepala desa dan jajarannya, sehingga budaya adat sunda ini di bangkitkan kembali imbuhnya.
       
Dia berharap kedepan desa sumurbarang semoga menjadi desa yang maju baik dari pertanian pembangunan  perekonomian, juga khususnya di bidang suwasembada pangan lebih baik,” pungkasnya.

Ajat Sudrajat