Kemenag RI Terseret Kasus Jual Beli Jabatan Pasca OTT Gus Romy, Ini Kata Mochammad Yasin

Jakarta-Eks Inspektur Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Irjen Kemenag RI), Mochammad Jasin, membeberkan sejumlah faktor yang membuat bekas institusinya saat ini kembali dibelit skandal korupsi. Dia menilai Kemenag RI memiliki tugas yang berat untuk mengembalikan citra yang baik di mata publik.

Kemenag RI saat ini terseret kasus dugaan jual beli jabatan pasca penangkapan mantan Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy alias Romi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menyegel ruang kerja Sekjen Kemenag M. Nur Kholis Setiawan.

Selama menjadi Irjen Kemenag RI pada 2012-2017, Jasin mengaku menjalankan tugasnya dengan baik.

Kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon pada Sabtu (16/3), dia menilai Kemenag dulu dan sekarang jauh berbeda.

“Saya dulu memproses misalnya kalau ada pelanggaran disiplin seperti kegiatan fiktif, ya kami proses sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Yang sekarang ini kalau ada temuan dari inspektorat investigasi, tidak ditindaklanjuti,” kata Jasin yang juga mantan Wakil Ketua KPK pada 2007-2011 tersebut

“Lah Irjen-nya [sekarang] merangkap Sekjen, ini jadi masalah. Permasalahannya di situ,” katanya menambahkan.

Jasin mengatakan bukan hal mudah untuk mengembalikan citra Kemenag agar kembali baik di mata publik.

“Itu tugas yang berat, karena Kemenag punya sekitar 4.500 satuan kerja [satker]. Semua harus dipantau, diaudit,” ucap dia.

“Audit sudah dimulai pada masa saya, tapi setelah saya kan berhenti lagi. Begitu, jadi harus dikelola secara profesional dan melakukan tata kelola yang konsisten,” ucapnya melanjutkan.

Dilansir CNN, Jasin tidak menjelaskan sebab Nur Kholis Setiawan rangkap jabatan sebagai Sekjen dan Irjen. Ia menyarankan agar hal tersebut tidak terjadi lagi di kemudian hari.*

Redaksi