Bupati Subang: Hoax! Saya Tak Pernah Terlibat Adu Jotos Dengan Anggota LSM

17
klik di sini

Subang- Adanya Kabar Adu Jotos antara Seorang (Oknum) LSM berinisial S dengan Bupati Subang, dipastikan kabar tersebut adalah fitnah yang keji penginaan simbol Negara.

Bahkan Kabar Hoax tersebut disinyalir bertujuan untuk merusak kewibawaan Pemerintahan Subang Untuk menelusuri adanya kabar Berita bohong tersebut, melakukan klarifikasi kepada saksi.

Satpol PP yang biasa menjaga Rumah Dinas Bupati Subang mengaku pada hari Senin apa yang dikabarkan adanya Adu Jotos ternyata tidak ada, bahkan Semua Satpol PP mengaku tidak pernah ada melihat Oknum LSM yang berinsial S tersebut datang kerumdin,” Senin (15/4/19) tidak ada siapa-siapa, Pak Bupati juga ga ada, bapak juga dalam keadaan sakit, dan pulang ga ke rumdin,” Kata Iif.

Sementara itu Saksi lainnya Udin Jajudin Kepala Kesbangpol Kabupaten Subang mengatakan hal yang sama, bahwa kabar yang di muat oleh saha satu Media Online di Subang itu tidak benar dan dinilai kabar bohong, “Berita itu bohong,” Kata Udin saat dihubungi Via telpon Udin menjelaskan apa yang dikabarkan oleh media online tersebut sudah dipolitisir, “Pertemuan pak haji dengan S itu 3 bulan yang lalu, bohong itu senin kemarin, dan pertemuan itu tidak ada adu jotos, berita itu dipolitisir hoax,” Kata Udin.

Diceritakan Udin, bahwa S anggota LSM itu datang ke Rumdin Bupati untuk meminta Mobil.“S mengaku sebagai tim pendukung pilkada 2018 jimat akur, minta mobil ke pak haji, tetapi Pak Haji tidak berikan, malahan Pak Haji bilang Ke S, “Jika saya berikan mobil, itu artinya Kang S menyuruh saya untuk korupsi, dan pendukung saya banyak sekali nanti ada kecemburuan sosial, lalu dan Pak Haji tinggalkan S,” Kata Udin berceritaBahkan saat ditemui Bupati Subang H.Ruhimat tidak mengenal Oknum LSM berinisial S tersebut, “Saya tidak mengenal S ya, jika diceritakan sebenarnya waktu itu dibulan Oktober jam 3 sore,” kata H.Ruhimat.

Dikronologikan oleh H. Ruhimat, usai Pilkada Subang 2018 selesai, Oknum LSM Berinisial (S) datang bersama T (Timses Motekar),“Mereka berdua datang ke rumah saya dan T Meminta saya untuk memperhatikan S karena mereka katanya Relawan pendukung Jimat Akur, tetapi tau kayaknya rival deh,” Kata H.Ruhimat.

Ruhimat mengenal T adalah salah satu timses Rival Pilkada Subang 2018, Timses dari Motekar, “Entah kenapa dari pertemuan dirumah saya itu, apa yang diucapkan Terima kepada saya untuk perhatikan yang bersangkutan (S), dilanjutkan lagi di dirumah dinas waktu, meminta Mobil karena dia sudah mendukung saya dipilkada kemarin, dan saya menolaknya karena saya tidak tau siapa dia dan nasal-usulnya tidak jelas buat saya, dan apa yang dikatakan bahwa senin kemarin saya adu jotos, itu tidak benar, Senin kemarin usai apel dialun-alun saya langsung pulang karena sakit, trombosis saya naik,” Kata H.Ruhimat.

Dari kejadian adanya penyebaran berita Hoax  atau Bohong yang disebarkan oleh Oknum LSM berinsial S tersebut,Dadang Juanda Ketua Tim Pantura Relawan Jimat Akur, Akan menuntut balik kasus pencemaran nama baik Bupati Ruhimat,“Berita itu sudah melukai hati kami sebagai pendukung Jimat Akur, dan ga bisa Cuma dikatakan maaf, Kita bersama tim akan melakukan tuntuan balik kepada pelaku yang memberikan informasi bohong, dan juga media yang memberitakan tersebut dinilai sudah membuat opini bohong terkait kabar berita Adu Jotos,” Kata Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Silaturahmi Pantura itu.

Bahkan Wahyudin Ketua LSM Pendekar sudah memberikan peringatan keras kepada Oknum LSM tersebut untuk mengatakan jujur sebenarnya apakah benar yang dikatakan oleh Media online tersebut, “Saya sudah konfirmasi ke Seluruh dan dia tidak mengatakan apa yang diberitakan,” Kata Wahyudin.

Dari konfirmasi dengan berbagai pihak yang bersangkuta, Wahyudi menilai adanya kebohongan dalam penjelasan konfirmasi tersebut,“Jika demikian Sandi tidak mengaku sebagai narasumber berita online tersebut, Saya akan pertemukan dengan mereka yang terlibat, dan akan kita lakukan proses hukum biar ada efek jera,” Kata Wahyudin Santoso Relawan Jimat Akur bahwa kasus pencemaran nama baik harus ditindak  sebagai efek jera agar tidak terulang lagi kasus yang penginaan kepada simbol negara,“Tuntutan balik pencemaran nama baik harus dilakukan sebagai efek jera agar tidak ada lagi pelecehan kepada pemimpin daerah, dan kita sudah sonding ke bupati agar kasus ini masuk dalam ranah hukum,” Katanya menambahkan.

Dikonfimasi kepada Narasumber Berita Adu Jotos, S  mengatakan bahwa dia tidak mengatakan apa yang sudah dikatakan dimedia,“Saya tidak mengatakan seperti itu, bahwa saya datang hari Senin kemarin ke dan ga ada saya berantem dengan Bupati,” Kata S.

Bahkan wartawan  pembuat berita adu jotos, Budi Santoso sudah melakukan minta Maaf terkait prihal berita tersebut, “Saya sudah meminta maaf kepada bupati dan saya datang bersama Pak Udin Kesabangpol, dan beritanya sudah saya hapus diganti dengan berita klarifikasi,” Kata Budi

Sri Mulus Sugiharti