Disbudpar Kota Bandung Gelar Vocathon Stunning 4.0

28
klik di sini

Bandung,  Kegiatan Vacathon Stunning Bandung 4.0 merupakan kegiatan yang banyak membantu kinerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung melalui Bidang Ekonomi Kreatif .

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Dewi Kaniasari didampingi Seksi pengembangan ekonomi kreatif Sanny Megawati di Hotel Bidakara Savoy Homan Bandung, Senin (29/4/2019).

Acara yang berlangsung selama dua hari yaitu hari Minggu hingga Senin, 28-29 April 2019 menurut Kenny sapaan akrabnya membantu para wisatawan dalam dan luar negeri,  diantaranya mempermudah pencarian destinasi wisata, sehingga otomatis mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisata.

Acara Vacathon dengan tema Stunning Bandung 4.0 Creative Tourism Trough Digital Tourism ini terdiri dari tiga kegiatan yaitu Hackathon, workshop, dan expo.

“Kegiatan yang telah diselenggarakan untuk kedua kalinya ini menarik antusiasme masyarakat. Antusiasme tersebut terlihat dari kegiatan Hackathon yang diminati pelajar Sekolah Menengah Kejuruan dan mahasiswa Perguruan Tinggi yang memiliki kompetensi terkait pengembangan dunia digital, ” kata Kenny.

Bahkan menurut Kenny lambat laun akan meningkatkan Pendapatan Aslu Daerah (PAD)  kota Bandung,  minimal 10 persen,  namun diharapkan akan lebih besar lagi.

Hackathon sendiri merupakan ajang kompetisi untuk menciptakan aplikasi di bidang kreatif turisme yang dibuat selama 24 jam non stop.

Kegiatan ini diikuti oleh 32 tim dengan kurang lebih 100 anggota baik dari Kota Bandung maupun luar Kota Bandung.

Di akhir acara para peserta akan mempresentasikan hasil aplikasi yang telah dibuatnya di hadapan para juri yang terdiri dari perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.

Diantaranya Jack Febrian seorang parktisi pariwisata, Kennya Rizki Rinonce seorang creative producer, dan Nova Agustina seorang akademisi dari Sekolah Tinggi Teknologi Bandung.

Selain Hackathon, dua kegiatan lainnya yang tidak kalah menarik dalam acara Vacathon ini yaitu workshop atau pelatihan yang dibagi ke dalam lima sesi yang masing-masing menghadirkan narasumber dengan bahasan tema yang menarik diantaranya yaitu Muhammad Dimas Gilang Alfarizi seorang akademisi dari Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB) yang mengangkat tema “Bandung Traveller 4.0”, lalu Kenya Rizki Rinonce seorang creative producer yang membahas “Industri Budaya atawa Industri Kreatif dan Kegelisahan untuk Bertahan”, Rohman Agus Jatnika seorang akademisi dari Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB) yang mengangkat tema “Era G-A (Generas Alpha)”.

Selain itu Muhammad Neil El Himam, Direktur Fasilitasi Infrastruktur TIK dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia yang membahas “Stunning Bandung 4.0 Creative Tourism Trough Digital Tourism” , dan terakhir perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung yaitu Hadi Widianto yang membahas “HKI (Hak Kekayaan Intelektual)”.

Kegiatan ketiga yaitu expo/eksibisi yang diikuti ekosistem kecil ekonomi kreatif subsektor aplikasi dan pengembangan permainan Kota Bandung yang menarik bagi pelajar, mahasiswa, UMKM, perusahaan di bidang pariwisata bahkan investor. Expo ini diisi oleh 6 booth diantaranya dari Sekolah Tinggi Teknologi Bandung, PT. Bitransel, Fesmus, Mobster, dan Infiltrator.
Dengan adanya kegiatan Vacathon ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung ingin mengajak seluruh pelaku ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan pengembang permainan yang berasal dari unsur asosiasi, pebisnis, komunitas, media dan pemerintah terkait.

Selain itu, kegiatan ini melalui Hackathon juga diharapkan dapat menghasilkan showcase dari ekosistem aplikasi dan pengembang permainan yang ada pada saat ini.

Reporter : Dudy