Gelar PSL, KPU Subang Bakar Ratusan Surat Suara Pemilu 2019

 

SUBANG – Sebelum melaksanakan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) di TPS 31 Desa Pusakaratu, Kecamatan Pusakanagara, Subang, Sabtu pagi (20/4/2019), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Subang telah memusnahkan sedikitnya 284 Surat suara dengan cara dibakar.

Surat suara yang dimuanahkan merupakan surat suara sudah tercoblos 143 surat suara dan yang belum terblos 141 surat suara.

Pemusnahan surat suara ini dipimpin langsung oleh Ketua KPU Subang Suryaman didampingi para komisionernya, disaksikan langsung oleh Komisioner KPU Jabar Endun Abdulhak, Ketua Bawaslu Subang Farahutan Harahap, pihak TNI/Polri dari Muspika Pusakanagara, dan para Saksi dari Partai Politik.

“Iya sebelum melaksanakan PSL, hari ini kami sudah memusnahkan sebanyak 284 surat suara pileg dapil VI yang tertukar dan yang sebelumnya pada saat pencoblosan Rabu kemarin sudah tercoblos di dapil V” Ujar ketua KPU Subang Suryaman

Sementara itu, proses Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) di TPS 31 Desa Pusakaratu sudah mulai berlangsung sejak pukul 07.00 WIB Sabtu (20/4) pagi.

Pemungutan suara ini turut dipantau langsung oleh jajaran dari KPU Provinsi Jawa Barat, Bawaslu Jawa Barat, KPU Subang, KPU Subang, Bawaslu Subang, Muspika Kec. Pusakanagara serta pengamanan dari aparat dengan Kapolres Subang terjun langsung dilapangan.

Pada awak media Ketua KPU Subang Suryaman kembali menuturkan, proses pemungutan suara lanjutan ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Panwascam Pusakanagara akibat surat suara DPRD Kab. Subang Dapil V tertukar dengan Dapil VI.

“Ini bukan pemungutan ulang tapi pemungutan suara lanjutan. Kemarin itu di TPS 31 Pusakaratu ada tertukar surat suara Dapil VI masuk ke Dapil V DPRD Kab. Subang,” jelas Maman Sabtu pagi di lokasi PSL Dusun Ciawitali Desa Pusakaratu.

Suryaman menambahkan, ada sebanyak 278 DPT yang terdaftar di TPS tersebut. Namun dalam pelaksanaan pada 17 April lalu, ada sekitar 140 Surat Suara DPRD Kab. Subang yang tertukar tersebut dan telah tercoblos.

“Tertukarnya mungkin dalam proses pengepakan logistik saat setting, namun belum sempat diketahui. Hanya baru sadar tuh setelah pencoblosan yang sudah digunakan sebanyak 140 surat suara, kemudiam ada pemilih yang sadar saat memilih caleg pilihanya tidak ada dan menanyakan ke panitia” bebernya (Sri)