Doakan Korban Tragedi Pemilu 2019, LAK Galuh Pakuan Imbau DMI Gelar Sholat Ghoib

14
klik di sini

 

WARTAKINI.CO | SUBANG – Melalui Gerakan “Rumah Indonesia” Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, mendesak Dewan Mesjid Indonesia (DMI), mengeluarkan himbauan melalui Ta’mir Mesjid di seluruh Indonesia, untuk melaksanakan Sholat Ghaib khusus, bagi korban meninggal dunia, dalam pesta demokrasi Pemilu 2019.

Sholat ghaib khusus itu kata Evi, sebagai bentuk keprihatinan atas banyaknya korban dari penyelenggara Pemilu, yang masuk dalam tragedi nasional, dan Gerakan “Rumah Indonesia” sudah ditetapkan sampai 22 Mei 2019 nanti sebagai hari berkabung nasional, dengan memasang bendera Merah Putih setengah tiang.

“Saya minta agar DMI mengeluarkan himbauan kepada seluruh Ta’wir Mesjid di seluruh Indonesia, menggelar Sholat Ghaib khusus, bagi korban tragedi demokrasi nasional,” ujar Evi kepada Wartawan di Subang, Senin malam (13/5/2019).

Dikatakannya, momentum bulan suci Ramadan, merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan sholat ghaib khusus tersebut, dan bisa dilaksanakan secara serentak di seluruh mesjid di Indonesia, waktunya ba’da Sholat Isya, dan sebelum Sholat Tarawih.
Seluruh korban tragedi demokrasi nasional itu

Menurut Evi, gugur sebagai pahlawan demokrasi, yang sekiranya patut, dan wajib dido’akan, agar menjadi suhada.

“Sebagai sesama warga negara, dan sesama Muslim, wajib hukumnya kita mendo’akan para pahlawan demokrasi yang gugur menjadi suhada,” ucapnya.

Gerakan “Rumah Indonesia” lanjut Evi, akan terus mendorong Pemerintah secepatnya membentuk Panitia Penyelidikan, atas tragedi demokrasi pemilu 2019, guna mencari fakta dari tragedi tersebut.

 

Sri Mulus Sugiharti