Ini Kesedihan Siti Rosida Melihat Konvoi Pelajar SMA dengan Seragam Dicoret-coret

15
klik di sini

Foto: Sekelompok Oknum Pelajar SMA Terlihat melakukan aksi vandalisme menyambut kelulusan mereka.

 

Subang- Siti Rosida, 17 warga Tambakan Subang merasa sedih dan terenyuh melihat sekelompok siswa SMA yang berkonvoi dari arah kabupaten Subang menuju arah Sumedang, siswa pesantren kelas X di sebuah SMK di sebuah pesantren di Cisalak ini teringat kesulitan keluarganya untuk memenuhi seragamnya dengan dua adiknya.

“Sedih melihat  mereka pakai seragam dicoret-coret, Ida waktu masuk SMA dulu nggak pake seragam sekolah karena orang tua belum bisa beli, 1 bulan baru bisa beli karena nunggu bapak panen nanas,” ungkap Ida kepada Wartakini.co, Rabu (15/05/2019).

Konvoi yang melintas ke Tanjungsiang kabupaten Subang sempat dilihat Ida saat dia bersama temannya ke pasar untuk membeli kebutuhan dia di Pesantren. 4 tahun berada di pesantren Ida terlatih kemandiriannya walaupun minim uang jajan dia tetap melanjutkan sekolah di pesantren.

“Asal bisa makan aja di pesantrenmah, jajan kalau ada, di pesantren Ida seriny bantuin ustadz dan ustadzah seragam juga untuk 3 tahun, karen kalau beli tiap tahun kasian adik-adik, karena Ida mondok dan sekolah di pesantren udau biasa hidup seadanya,” ungkapnya.

Dimintai tanggapan soal vandalisme pakaian setelah pengumuman kelulusan, menurut gadis yang punya bakat berpidato ini lebih baik disumbangkan kepada orang-orang yang tidak mampu.

Hari kelulusan siswa kelas XII tingkat SMA memang diumumkan kemarin, Selas, sejumlah pelajar berbaju corat coret terlihat melintas di sejumlah kawasan seperti di Jalancagak, Tanjungsiang hingga leweung Tiis Kabupaten Sumedang.

Warga yang melihat kelakukan para pelajar diantaranya perempuan ini terlihat jengah dan memerhatikan mereka, sementara mereka yang menjadi perhatian karena ulah vandalismenya malah terlihat cuek-cuek saja tak mempedulikannya.*