Sidang Ketiga Gugatan Warga Cibitung Terhadap Star Energy, Hakim Periksa 62 Warga Korban

33
klik di sini

Foto: Warga Cibitung Hadiri Sidang ketiga di PN Bale Bandung.

Bandung-Sidang ketiga pihak Star Energy yang dilaksanakan pada Selasa siang, (28/04/2019) di Pengadilan Negeri Bale Bandung kembali dihadiri warga Cibitung, namun kali ini ada yang berbeda suasana pasalnya pihak Star Energy mengutus 2 orang Kuasa hukumnya di persidangan tersebut dari seluruh kuasa hukum dipimpin Chandra M Hamzah, SH yang berjumlah 15 orang.

“Dalam persidangan Kuasa hukum Star Energy 15 orang diwakili 2 orang, sementara kuasa hukum mantan kades 2 orang dan tiga orang untuk kuasa hukum warga Cibitung,” ungkap Guruh, salah seorang kuasa hukum warga.

Dalam sidang dengan nomor perkara 82/Pdt.G/2019/PN.Blb ini masih dengan agenda pemeriksaan para saksi ini majelis hakim memeriksa surat kuasa dari pihak Star energy dan pemeriksaan surat kuasa dari dinas sosial kepada para kuasa hukum.

“Pada kesempatan di sidang ketiga majelis hakim memeriksa atau mengabsen 62 warga korban Cibitung Hakim meminta untuk sidang berikutnya meminta warga korban yang berhalangan hadir harus menggunakan surat kuasa,” ungkapnya.

Sidang berikutnya akan dimulai minggu depan dan meminta warga untuk bisa hadir di acara sidang berikutnya.

Pengacara Warga Cibitung Pertimbangkan Ajukan Sita Jaminan Terhadap Saham dan Waran

Saat ditanyakan kemungkinan mengajukan sita jaminan terhadap saham dan waran Star Energy kepada tim kuasa hukum warga Cibitung, salah seorang kuasa hukum warga menjawab,” Kita akan melakukan upaya hukum apa saja sebisa dan semaksimal mungkin hingga warga Cibitung yang selama 4 tahun terlantar bisa mendapatkan hak-haknya, karena Star Energy itu perusahaan publik, dan perusahaan publik itu harus sehat,” tegas Sachrial.

Pernyataan Sachrial dikuatkan kuasa hukum lainnya dari LBH Persis, Zamzam Aqbil Mengungkapkan jika pembelaan terhadap warga Cibitung didasari keinginan menunjukkan kebenaran dan keadilan bagi warga para korban yang sudah 4 tahun nasibnya tak menentu karena peristiwa ledakan pipa Star Energy.

“Kita tidak akan menyerah dan siap melanjutkan pembelaan terhadap warga pada sidang-sidang berikutnya karena kita sangat meyakini bahwa di belakang kita adalah kebenaran,” tegasnya.

Pihak Star Energy sendiri belum dikonfirmasi terkait gugatan class action warga Cibitung ini, perusahaan yang konon telah dibeli oleh Barito Pasific ini digugat warga Cibitung karena dianggap lalai dan diduga menyebabkan ledakan pipa yang memakan korban jiwa dan materi warga Cibitung desa Margamukti kecamatan Pangalengan 4 tahun lalu.