Musim Kemarau! 10.000 Hektar Sawah di Subang Akan Ditanami Padi Gogo

68
klik di sini

 

WARTAKINI.CO | SUBANG – Musim kemarau selalu menjadi momok menakutkan bagi para petani di wilayah Pantura Subang. Hal tersebut dikarenakan, disetiap musim kemarau para petani diwilayah Pantura Subang tak bisa menggarap lahan sawahnya akibat lahan sawah kering dan tak bisa ditanami.

Guna mengatasi masalah kekeringan yang di kabupaten Subang, Dirjen Ketahana  Pangan bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Kodim Subang akan mencoba untuk menanam padi Gogo dilahan seluar 10.000 dibeberapa kecamatan di Subang

“Padi gogo bisa menjadi alternatif bagi petani yang ingin menanam padi pada musim tanam dimusim kemarau” Ujar Kepala Dinas Pertanian Djaja Rohadmaja, Sabtu Sore usai Sosialisasi Padi Gogo di Aula Kecamatan Pusakanagara

Ia menjelaskan, padi gogo bisa saja ditanam pada  musim kering, karena tidak memerlukan air yang melimpah, namun padi gogo tetap membutuhkan air.

“Dengan catatan, padi gogo ditanam dengan kondisi tanah basah walaupun tak berair”jelasnya

Menurut Djaja menanam padi gogo akan menguntungkan bagi petani karena masih bisa panen pada musim tanam di musim kemarau, sekaligus bisa menjamin ketersediaan pangan.

“Varietas padi gogo, sangat sesuai ditanam pada lahan tadah hujan saat musim kemarau. Apalagi, padi gogo juga tahan terhadap penyakit tanaman dan hama wereng”katanya

Meskipun nantinya hasilnya tidak sebanyak musim hujan, namun tetap memberikan keuntungan bagi petani dan dapat memberikan pendapatan pada musim tanam tersebut,

“Kita berharap mudah-mudahan uji coba tanam padi Gogo ini bisa berhasil, sehingga kedepannya bisa diterapkan di seluruh daerah yang selama musim kemarau tak bisa tanam”katanya

Kepada para petani, Kadis Pertanian Subang juga  mengingatkan agar selama musim kemarau petani harus disiplin dalam mengambil air. Selain itu, kata dia, petani juga harus hemat dalam penggunaan air agar ada pemerataan dalam pembagian air.

“Petani harus disiplin dalam mengambil air dan penting untuk mengambil pada pintu-pintu yang sudah ditentukan,” katanya.

Ahya Nurdin