Keren, Satpam Bank Ini Selamatkan Masitoh Dari Penipuan Modus Menang Undian

45

KAB. SUKABUMI – Aksi penipuan dengan modus memenangkan hadiah undian uang, kerap menimpa warga masyarakat. Dalam aksinya, para pelaku terlebih dahulu meminta korbannya untuk mentransfer sejumlah uang agar uang undian tersebut dapat dicairkan.

Salah seorang warga Cipamutih Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi misalnya, korban bernama Masitoh (40) itu nyaris menjadi korban penipuan. Belakangan, dirinya mendapat kabar melalui pesan singkat dari nomor yang mengatas namakan indosat, bahwa ia merupakan salah satu pemenang undian.

“Ada sma masuk dari nomor yang tidak dikenal, katanya saya mendapatkan undian hadiah uang sebesar Rp. 5 juta, karena penasaran, saya pun nelepon nomor tersebut, ” katanya.

Kurang dari 15 menit ia menelepon si pelaku penipuan, kemudian ibu tiga anak itu, langsung bergagas mencari mesin ATM terdekat untuk mencairkan uang undian hadiah tersebut. Sesampainya di mesin ATM, kemudian ia kembali menelepon orang yang ia tidak kenal itu.

“Saya nelepon lagi si penipu, dan selama menelepon, saya dipandu untuk mengoperasikan mesin ATM tersebut, karena kurang begitu ngeri, akhirnya saya memutuskan untuk minta bantuan ke satpam,” ungkap Masitoh.

Beruntung, aksi polos Itoh dihentikan oleh Feri yang merupakan sacurity atau satpam di tempat mesin ATM salah satu bank yang ada disekitar Ciambar. Buku tabungan beserta kartu ATM milik Itoy pun langsung diamankan Feri.

“Saya curiga kalau ibu Masitoh ini adalah calon korban penipuan, makanya saya langsung memberitahukan ke Bu Masitoh bahwa ibu itu sudah tertipu,” ujar Feri.

Dihubungi melalui aplikasi WA, Feri memaparkan, meski sudah memberitahukan terhadap korban, akan tetapi korban kekeuh meyakini bahwa ia benar-benar mendapat hadiah, bukan penipuan. Tak selesai sampai disitu, pelaku penipuan si sambungan telepon yang masih aktif, mendengar ada suara lain langsung mengarahkan Itoh mencari ATM di tempat lain.

“Orangnya disuruh pijit ini dan itu, suruh cek saldo. Saya sudah bilang kalau ibu itu kena penipuan, saya suruh dia istighfar, dia jawab iya istighfar tapi tetap enggak terima dan sudah yakin bahwa itu benar,” paparnya.

Masih tidak terima dengan apa yang sudah saya beritahukan terhadap korban, kemudian korban terus melupakan kekesalannya terhadap Feri, karena ia menuding bahwa dirinya gagal mendapatkan uang undian tersebut lantaran Feri.

“Ibu tersebut sempat panik dan histeris meminta buku tabungannya dikembalikan. Saya yakinkan bahwa buku tabungan tersebut aman. Tapi si ibu tetap kesal karena katanya gagal dapat hadiah Rp 5 juta,” pungkasnya. (Eko Arif)