Kemdikbud RI Sosialisasi Pencegahan Perdagangan Orang di Kabupaten Subang

74

SUBANG– Sosialisasi Pendidikan dan pencegahan tindak pidana perdagangan orang (PTPPO) digelar di aula kantor Desa Sadawarna Kecamatan Cibogo Kabupaten Subang, Kegiatan tersebut di gelar pada rabu 25- 09-2019 hal ini merupakan salah satu sosialisasi untuk pencegahan tidak pidana perdagangan orang(PTPPO) oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemdikbud Republik Indonesia bekerjasama dengan yayasan melati delapan tiga jakarta kegiatan tersebut di hadiri Camat Cibogo, DP2KBP3A, Kabupaten Subang, siswa/i taruna taruni SMKN para kades dan stap Kecamatan, PKK perwakilan desa, guru paud, serta seluruh warga masyarakat desa sadawarna ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Ketua Yayasan Melati delapan tiga Dra. Maswita Djaja, M.Sc.Psikolog penyelengara Kegiatan saat di mintai tanggapan mengatakan,” Apa itu dengan tindak pidana perdagangan orang (PTPPO) adalah terjadi pada kasus- kasus Human trafficking, dan tujuannya exploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi, dengan cara pengancaman dan berbagai hal supaya apa yang di inginkan mereka terkabul dengan berbagai cara dengan iming- iming akan di berikan gajih yang sangat besar, dan yang jadi korban adalah anak laki – laki perempuan dan anak di bawah umur, serta korban akan mengalami ganguan fisik dan juga mental terhadap anak remaja yang sudah menjadi korban trafficking,” Ucapnya.

Menurutnya, penyebab terjadinya perdagangan orang itu adalah dari paktor segi ekonomi, pedidikan di bawah standar, gaya hidup yang berlebihan dan kemajuan teknologi memudahkan orang untuk mendapatkan keterbatasan kerja, sementara upaya kita untuk pencegahanya, “Adalah harus di lakukan, hubungan antara anak dengan orang tua, harus lebih harmonis, serta meningkatkan komunikasi dengan pihak sekolah supaya lebih dekat dengan sekolah, serta meningkatkan pemahaman tentang agama,” katanya.

Terpisah Dr. Sukiman, M.Pd, Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga, direktorat pembinaan dan pendidikan keluarga, Kemendikbud menjelaskan,” Dalam kegiatan sosialisasi Pendidikan Pecegahan Tindak Pidana Perdagangan orang(PTPPO) kegiatan tersebut adalah untuk pencegahan ketika menerima informasi dari pihak broker dan di iming- iming pekerjaan dengan gajih besar itu jangan mudah percaya, dan perlu di chek legalitas perusahaannya di harapkan desa ini jangan sampai ada korupsi dan tolong di kawal warga masyarakat jangan sampai ada kasus kasus tindak pidana perdagangan orang, sementara kegiatan tersebut akan di lakasanakan di tiga Kabupaten yakni Karawang Subang dan Indramayu itu Kabupaten yang di anggap rawan,” tuturnya.

Subang Rawan Perdagangan Orang dan Eksploitasi Anak

Di Kabupaten Subang di lakukan di 3 Kecamatan yakni Kecamatan Subang, Kecamatan Cibogo, dan terahir di Kecamatan Kalijati, dan mari kita jaga jangan sampai anak- anak kita jadi korban. Gambaran perdagangan orang, serta tujuan ekploitasi adalah pelacuran, kerja pakasa, perbudakan, kekerasan, seksual, transaksi organ, untuk dewasa apabila salah satu dari unsur proses dari tujuan di atas terpenuhi maka dapat di kelompokan sebagai TPPO tindak pidana perdagangan Orang, sementara anak di bawah usia 18 tahun apa bila salah satu dari unsur proses dan unsur tujuan terpenuhi meskipun tidak melalui unsur cara, maka sudah dapat di kelompokan sebagai Tidak pidana perdagangan orang (TPPO) sementara kasus- kasus yang menjadi korbar adalah remaja dan TKW itu ada 1911 tenaga kerja wanita anak- anak 330 kemudian laki- laki dewasa 270 dan anak- anak 5 dan ini selama 5 tahun ,” Imbuhnya.

Iwan alumni SMKN Cibogo salah satu Korban bekerja di sebuah perusahaan yang tidak jelas legalitasnya mengatakan,”Dia mengaku korban bekerja di sebuah perusahaan dengan di iming- iming gajih rp.3 juta perminggu, pihaknya menyarankan kepada ade- ade yang sudah tamat sekolah SMK jangan mudah percaya kepada inpormasi yang membutuhkan lowongan kerja dan hati hati bila menerima inpormasi,harus jelas legalitasnya perusahaan tersebut, karena saya sendiri pernah menjadi korban iming- iming lowongan kerja” Pungkasnya.

Ajat Sudrajat| Advertorial