Kerjaan Sulit, Pemuda Pabuaran Nekad Bikin Golok Untuk Dijual

116

Foto: Sulit mencari lapangan Kerja, Pemuda Pabuaran Geluti Pengrajin Golok.

PABUARAN- Sulitnya mencari lapangan pekerjaan tak membuat prutasi bagi pemuda Pabuaran mereka memilih menggeluti sebagai pengrajin golok di daerah Kampung Dukuh, Desa Karanghegar, Kecamatan Pabuaran, Subang, Rabu (11/8/2019).

Usaha pengrajin golok itu digeluti sejak lama awalnya hanya iseng-iseng setelah banyak orderan ia pun memanfaatkan momen itu untuk mengajak para pemuda untuk berkarya.

Proses pembuatan golok ia tidak sendiri dibantu oleh 5 Orang anak muda yang setiap hari rajin membantunya.”Pembuatan golok dengan cara manual dalam sehari bisa menghasilkan sebanyak 22 buah perkasa berbagai jenis,” kata Pengrajin perkakas, Rudi kepada Wartakini.co.

Soal Harga Golok yang Terjangkau Pembeli

Dia mengatakan, golok atau perkakas hasil buatannya dijual keberbagai daerah Subang dan sekitarnya dengan harga bervariasi dari yang termurah Rp50 ribu hingga yang termahal Rp 120 ribu tergantung ukuran dan jenis golok.

Sementara untuk ukuran jenis arit dan parang hanya dijual Rp80 ribu, untuk pisau berukuran kecil dijual seharga Rp 20-25 ribu.”Jika orderan banyak dalam sehari bisa meraup keuntungan sekitar Rp1,5 juta, ujarnya.

Berencana usaha pengrajin perkakas ini akan dikembangkan. Namun saat ini masih terbentur dengan modal yang belum memadai. “Semoga ada bantuan dari pemerintah dan pinjaman dengan bunga rendah, katanya.

Sementara itu, Warga setempat, Dodi mengatakan, sejak ada pengrajin golok di kampungnya para pemuda punya kesibukan sendiri selain membatu orang tua dikebun sebagiannya juga ikut menjadi pengrajin perkakas.

Selama proses pembuatan perkakas jenis golok dari kelima orang yang ikut mereka masing-masing punya tugas sendiri ada yang membuat sarung golok ada juga yang ikut proses pembuatan golok.

Pembuatan golok ini cukup sederhana dari bahan besi murni dipanaskan atau dibakar setelah besi bewarna merah baru dipola secara manual untuk dijadikan berbagai jenis perkakas yang diinginkannya salah satunya membuat golok. “Alhamdulliah hasil dari pengrajin golok bisa menafkahi keluarga,” pungkasnya. [Sandy Zaenudin]