Gerus Areal Sawah, Inilah 15 Desa dari 7 Kecamatan yang akan dilintasi Rel Kereta Api Proyek Pelabuhan Patimban

49
Kereta Khusus Pelabuhan Di Tj. Priok (Foto : Kompas.com)

PUSAKANAGARA – Kementerian Perhubungan RI terus menggeber pembangunan akses transportasi penunjang Pelabuhan Internasional Patimban. Selain pembangunan akses road sepanjang 8,3 Kilometer yang saat ini terus digeber pembangunannya

Kementerian Perhubungan RI juga telah melakukan kajian terkait Analisis Dampak Lingkungan(Amdal) pembangunan jalur Kereta Api sepanjang 28 Km tersebut yang akan melintasi 15 desa di 7 Kecamatan

Akses Jalur Kereta Api Pelabuhan Patimban tersebut akan terhubung dari Desa Patimban ke Stasiun Pagaden Baru.

Kasi Pengembangan Jaringan Dirjen Perkeretaapian Kemenenterian Perhubungan Awang Meindra mengatakan, saat ini untuk pembangunan jalur kereta Api Pelabuhan Internasional Patimban dalam tahap Kajian AMDAL

klik di sini

“Masih tahap AMDAL sejauh ini, namun sosialisasi terus kita lakukan ke desa-desa yang akan dilintasi jalur kereta Api Pelabuhan Internasional Patimban” kata Awang Meindra saat dihubungi Patimbannews (Indowarta Grup), Jumat siang (18/10/2019)

Menurut Awang, Pembangunan Jalur Kereta Api Pelabuhan Internasional Patimban rencananya akan melintasi 15 Desa di 7 Kecamatan

“Adapun desa desa yang terlewati jalur rel diantaranya Desa Neglasari, Pagaden dan Kamarung Kecamatan Pagaden, Desa Karangsari, Kihiyang Kecamatan Binong, Desa Sukadana, Jatimulya Kecamatan Compreng, Desa Rancaudik Kecamatan Tambakdahan, Desa Bongas Kecamatan Pamanukan, Desa Bojong Tengah, Pusakajaya Kecamatan Pusakajaya, serta Desa Pusakaratu, Gempol, Kalentambo, Patimban Kecamatan Pusakanagara” Katanya

Dikatakan Awang, dari 15 desa yang akan dilintasi Jalur Kereta Api tersebut, umumnya menggunakan lahan pesawahan

“Pembangunan jalur kereta Api Pelabuhan Patimban sebagian besar atau sekitar 95% menggunakan lahan pesawahan milik warga ” katanya

Bahkan kata Awang, rencananya trase jalur rel kereta api juga akan berdampingan dengan jalan tol menuju Pelabuhan Patimban.

Sementara itu, Lamidi dari Konsultan Puskotling Indonesia yang menggarap Amdal mengatakan, mengenai perencanaan jalur rel, perpotongan jalur-jalur yang akan dilintasi juga sudah disiapkan. Perpotongan yang dimaksud dianataranya seperti jalan raya, sungai, saluran irigasi juga jaringan pipa gas.

“Itu sudah ada dalam perencanaan. Jadi untuk jalan raya misalnya, tidak akan dilakukan perpotongan satu bidang. Nanti akan dibuat bisa di bawah tanah atau di atas,” ungkapnya

Ahya Nurdin | Indowarta Grup