Hari Krida Pertanian, Warga Desa Tanjungwangi Antusias Angkat Adat dan Budaya Sunda

25

SUBANG- Dalam rangka memperingat Hari Krida pertanian di warnai dengan kegiatan Pagelaran Wayang Golek Giri Harja 3 bersama Ki Dalang Anom Yogaswara Sunandar Sunarya dari Bandung, kegiatan tersebut di gelar Minggu 6- 10- 2019, di Dusun Balenyengked, desa Tanjungwangi Kecamatan Cijambe Kabupaten Subang, hal ini merupkan salah satu kegiatan rutin dan menjadi agenda taunan, di hadiri Muspika Kecamatan Cijambe, aparatur desa serta seluruh warga masyarakat desa Tanjungwangi semuanya antusian ikut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kepala Desa Tanjung Wangi H.Budi Santoso SE. Saat di mintai tanggapan wartakini.co mengatakan,” kegiatan Hari Krida Pertanian tingkat Desa Tanjungwangi berjalan dengan baik lancar serta di awali dengan tasyakur bi,nimah dan kami seluruh warga masyarakat Kampung Balenyengked dan keluarga besar Pemdes Tanjungwangi, hal ini merupakan program lanjutan 4 tahun sebelumnya bahwa hari krida pertanian tingkat desa di lakukan di tiap dusun yang ada di desa tanjungwangi dan di tahun ke 5 bahwa desa tanjungwangi memiliki 5 dusun serta kegiatan ini merupakan program kegiatan yang terakhir di lakukuan, serta kegiatan ini merupakan program tahunan,” Tuturnya.

Lebih lanjut H. Budi Santoso menambahkan, kegiatan tersebut merupakan tasyakur binimah karena masyarakat petani mendapatkan hasil panen yang melipah, sehingga di adakan syukuran dengan menggelaran hiburan wayang golek besama Ki Dalang Anom Yogaswara Sunandar Sunarya giri harja 3 bandung, hal ini diwujudkan dalam bentuk pemeliharaan dan merawat tanah pertanian,

“Selanjutnya dalam pemeliharaan Pebangunan Insprastruktur yakni lining, draenase, TPT, pembangunan jembatan dan pembangunan lainnya itu perlu di rawat dan di jaga, selain itu juga perlu kita merawat budaya adat para leluhur supaya jangan sampai punah, serta di lestarikan keutuhannya, agar generasi penerus dan anak cucu kita kedepan mengenal bahwa pagelaran wayang golek itu merupakan gambaran serta siloka tontonan menjadi tuntunan, serta jadi adat tradisi yang terus kita lakukan karena hal ini merupakan adat budaya yang perlu di lestarikan,” katanya.

Ketua BPD Tanjungwangi Jimi Kartiwa menjelaskan,” Kegiatan Hari Krida Pertanian ini secara kedusunan sudah di lakukan, dan kegiatan ini merupakan kegiatan terakhir di lakukan se-desa Tanjungwangi di gelar di dusun Balenyengked, kegiatan tersebut bisa terwujud itu berkat kerja sama serta dorongan dan gotong royong dari semua pihak yang peduli terhadap kegiatan Pagelaran wayang golek, serta semua warga masyarakat dan para tokoh semuanya antusias untuk melakukan kegiatan tersebut, dalam program kegiatan ini merupakan agenda tahunan,” Ucapnya.

Jimi Kartiwa juga berharap melalui kegiatan pagelaren wayang golek ini adalah merupakan wujud syukur terhadap sang pencipta dan melalui pagelaran budaya wayang golek ini warga masyarakat bisa mengenal budaya adat sunda, serta kedepan desa tanjungwangi lebih makmur dan lebih maju dalam hal pembangunan, pertanian, perdagangan, serta pelayanan terhadap masyarakat lebih maksimal, dan lebih utama lagi tujuan di selenggarakannya kegiatan tasyakur ini adalah agar terhindar dari marabahaya ,” Pungkasnya.

Ajat S & Sunardi | Advertorial