Minim Permodalan, Petani Tambak Tradisional Keluhkan Minimnya Dukungan Pemerintah

27

LEGONKULON – Ratusan Petani tambak tradisional ikan bandeng di Pantai Cirewang Legonkulon Subang keluhkan minimnya permodalan untuk mengembangkan usahanya.

Yani salah seorang petani tambak tradisional ikan bandeng pantai Cirewang menyebutkan, selama ini ia bersama para petani tambak lainnya, hanya mampu memeberikan pakan ikan bandeng itu, hingga ikan bandeng berusia 60 hari, dan selanjutnya ikan bandeng yang berusia 60 hari hingga ikan bandeng itu dipanen, tidak lagi diberikan pakan.

“Kami hanya bisa memberikan pakan itu pada saat usia ikan nol hari sampai dengan 60 hari saja Pak, dan selanjutnya gak saya kasih pakan lagi sampai ikan bandeng dipanen, karena alasan minimnya permodalan,” ujar Yani kepada wartawan di Subang, Jumat(18/10/2019).

Yani mengungkapkan, modal dari nol hari sampai dengan dua bulan itu saja, modal perhektar para petani tambak habis mencapai ratusan juta rupiah, apalagi harus sampai ke panen mungkin bisa mencapai Rp 1 milyar.

klik di sini

“Terus terang kami semua terganjal dengan permodalan Pak,” tegasnya.

Sementara itu Yani berharap, ada bantuan modal dari pemerintah, yang sangat didambakan oleh para petani tambak tradisional ikan bandeng di pantai Cirewang Legonkulon Subang.

“Ya kami berharap sih, ada bantuan dari pemerintah, denger-dengar sih katanya ada permintaan ikan bandeng dari DKI hingga ratusan ton perhari, ya mudah-mudahan jika ada bantuan mah kami mampu memenuhinya,” pungkas Yani.

Adapun produksi ikan Bandeng di Kawasan Pangarengan perbulannya dari 150 Hektar yang saat ini ditanami oleh para petambak, perbulannya bisa menghasilkan 100 ton Ikan Bandeng. Ikan – ikan bandeng tersebut dijual dengan harga 15.000 perkilo

Saat ini dari sekitar 1.000 Hektar tambak yang ada di Desa Pangarengan, yang bisa ditanami bandeng hanya 150 Hektar. Sisanya sekitar 850 hektar dibiarkan terbengkalai mengingat para petambak tak mempunyai modal.

Ahya Nurdin| Indowarta Grup