Menteri Sofyan Jalil Ingatkan Warga Jangan Jual Tanah Negara

Disampaikan dalam acara penyerahan Sertifikat Pengelolaan Tanah Negara Kepada 2.180 KK di Subang dari Kementerian Agraria Tata Ruang (ATR) dan BPN RI.

SUBANG – Sebanyak 2.180 KK di kabupaten Subang mendapatkan sertifikat Redistribusi Tanah Objek LANDREFORM dari Kementerian Agraria Tata Ruang (ATR) dan BPN RI. Sertifikat pengelolaan tanah negara tersebut diberikan kepada 500 warga Kecamatan Pusakanagara, 900 warga Kecamatan Pusakajaya, 270 Warga Compreng dan 500 warga Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang.

Pemberian sertifikat pengelolaan tanah negara tersebut dibagikan langsung oleh Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil di Alun-alum Kecamatan Pusakanagara Kabupaten Subang. Selasa pagi(14/1/2020)

Menurut Sofyan Dajalil, Pemberian sertifikat tanah tersebut kepada masyarakat telah melalui beberapa proses, mulai dari tahap penyuluhan, inventarisasi, dan identifikasi obyek dan subyek sampai pada pembukuan hak dan penerbitan sertifikat.

“Masyarakat yang diberikan sertifikat untuk mengelola dan memanfaatkan tanah negara tersebut,nantinya bisa dikelola untuk pertanian dan perkebunan,” ujar Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil

Menurut Sofyan Djalil, adapun jangka waktu yang diberikan oleh negara kepada warga yang dapat sertifikat pengelolaan tanah negara tersebut hanya 10 tahun.

“Masyarakat yang diberikan sertifikat hari ini oleh Kementerian Agraria Tata Ruang (ATR/BPN) RI , diberikan jangka waktu 10 tahun untuk mengelola tanah negara dan dilarang keras untuk menjual dan mengalih fungsikan tanah negara tersebut,” katanya, menambahkan.

Sofyan Djalil juga mengungkapkan , Pemberian sertifikat tanah LANDREFORM tersebut bertujuan untuk modal hidup meningkatkan kesejahteraan masyarakat kabupaten Subang.

“Semoga dengan diberikan hak pengelolaan tanah negara kepada masyarakat dengan jangka waktu 10 tahun bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Subang,” paparnya.

Dikatakan Sofyan, dengan adanya sertifikat tersebut tentunya memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan tanah negara dengan tenang sebagai modal usaha, “Diharapkan dalam 10 tahun, tanah yang dikelola oleh masyarakat tersebut bisa lebih produktif dan mampu menunjang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Subang,” katanya.

Menurut sumber Wartakini.co, walaupun baru datang tengah malam usai melakukan ibadah umroh, Bupati Subang H. Ruhimat hadir dan mengapresiasi kegiatan ini, menurut Ruhimat pengelolaan tanah negara oleh warga akan meningkatkan kesejahteraaan warga Subang yang menjadi pengelolanya.***