Ikut Program English Camp, 4 Santri Salafiyah Belajar di Kampung Inggris

KEDIRI-Santri Salafiyah Tingkat Ulya Ponpea Darul Falah diikutsertakan dalam program English Camp di salah satu lembaga bahasa Inggris di kampung Pare kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur.

Keriangan terlihat dari wajah Agung Budiman santri asal Jakarta, Fatiha asal Bekasi, Rafif asal Padang dan Fadila asal Subang. Pasalnya kesempatan belajar di kampung Inggris sudah diidamkan sejak mondok di Ponpes Darul Falah Subang.

Pimpinan Ponpes Darul Falah Subang Kyai Ridwan Hartiwan mengatakan, “Ada keinginan meningkatkan skill bahasa santri, disana belajar lebih intensif, karena pesantren kami bukan lembaga modern minimal santri yang memiliki potensi skill bahasa baik kami arahkan di lembaga yang kompeten,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan Ridwan,”Nantinya mereka akan membimbing santri diniyah ula, wustha dan mengajar di madrasah dan sekolah dasar di kampung sekitar pesantren, yang penting diamalkan di skup paling kecil,” imbuhnya. 

Mengembangkan Kualitas Skill Santri Ponpes Salafiyah 

Menurutnya program yang dilakukan di ponpes Darul Falah sudah dilakukan banyak lembaga namun yang membedakan adalah bentuk pengamalannya dalam bentuk mengajar di lembaga.

“Karena kita santri salafiyah. Kalau santri pondok modern mungkin dilatih setiap hari, kita mengolah kemampuan berbahasa Inggris memiliki banyak keterbatasan waktu, di Kampung Inggris lebih intensif waktu belajarnya,” ungkapnya.

Program English Camp kembali diaktifkan ponpes Darul Falah tahun 2020 ini, para santri tingkat Ulya saat ini diwajibkan mengikuti Camp secara bertahap 1,3, 4 Bulan Di Kampung Inggris Kecamatan Pare kabupaten Kediri. 

“Santri yang berangkat bergilir 4-5 orang santri tingkat SMA, diberangkatkan setiap tanggal 8 dan 20 setiap bulannya, khusus yang SMA dan para guru muda, di Darul Falah rutin setiap bulan Februari dan Agustus ada pemberangkatan ke Pare,” ucapnya. 

Lanjut Ridwan, tak ada target khusus yang dibebankan kepada para santrinya, kedepan santri salafiyah harus bisa melakukan tranformasi ilmu ke-Islaman  ke lingkup terkecil di masyarakat, selebihnya dalam rangka meningkatkan skill integrated speech,” ucapnya.

Seperti diketahui, kampung pare dikenal sebagai kampung Inggris, ratusan lembaga dengan jumlah peserta didik ribuan orang datang dan belajar di kawasan ini, datang dari berbagai daerah bahkan dari negeri jiran.*