Pemkab Subang Dikritik Warga Soal Penanganan Banjir Pantura 

PAMANUKAN– Banyak pihak mengkritik pemerintah baik pusat atau di daerah yang dinilai tidak maksimal dalam penanggulangan banjir yang terjadi nyaris setiap tahunnya. Seorang warga di lokasi ba jir bahkan mengatakan banjir seperti ini seperti rutinitas 6 tahun di kawasan Pantura Subang.

“Banjir besar seperti ini pernah terhjadi sekitar 6 tahun lalu, dan banjir lainnya juga seperti menjadi langganan, nggak tau dari sungai, tanggulnya atau karena cuaca yamg jelas kenapa tak pernah ada penanganan serius,” kata Ima, 32 warga Pamanukan.

Ima mengatakan belasan tahun tinggal di Pamanukan banjir menjadi kejadian paling parah yang pernah dialaminya, menurut dia berhenti berdagang secara tiba-tiba mengurangi pendapatannya.

“Udah takdir, usaha berhenti dulu pemasukan minim, mau gimana lagi, kami memilih tinggal sampai air surut,” imbuhnya.

Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur mengatakan bahwa banjjr saat ini akibat intensiitas hujan sangat tinggi sehingga mengakibatkan banjir besar.

Namun Pemkab Subang dikatakan Wabup Agus Masykur telah melakukan upaya optimal untuk mengantisipasi bencana banjir dengan melakukan pengerukan besar-besaran pada tahun 2019.

“Jika tahun lalu (2019, red)  tidak ada pengerukan besar-besar yang kami lakukan maka banjir bisa jadi lebih besar dari sekarang karena cuaca memang ekstrim sekarang,” ungkapnya, usai menghadiri sebuah kegiatan pelantikan pengurus ormas di Aula Oman Sahroni Kompleks Pemkab Subang.

Pengerukan tersebut menurut Agus Masykur dilakukan di beberapa sungai dan  menurutnya banjir tersebut bukanlah banjir kiriman. 

“Kita sudah maksimal dengan melakukan normalisasi dan pengerukan sungai kecil seperti di Cigadung Pamanukan sampai 21 hari, jadi hujan ekstrim ini juga mengakibatkan banjir di daerah lain,” ungkapnya.

Kritik kepada Pemerintah tak hanya soal penanganan, distribusi bantuan serta belum hadirnya sosok Bupati dengan alasan masih berada di Australia dalam rangka kerjasama perdagangan juga disoal.

“Padahal dalam keadaan darurat banjir bisa memberi perhatian lebih seperti Bapak Gubernur Jabar yang bergegas ke Pamanukan Subang,” ungkap Nurdin, warga Jejerukan Pamanukan Subang.*