WARTAKINI.co . Bandung – Kegiatan tatap muka yang dilakukan saat konferensi pers mengenai pembatasan social berskala besar (PSBB) dikecam oleh Aliansi Jurnalis Independen Kota Bandung (AJI BDG). Kegiatan ini berlangsung di Balai Kota, Jalan Wastukencana Nomer 2 Kota Bandung. Dihadiri oleh beberapa jurnalis Cetak maupun Elektronik (20/04/2020).

Sejumlah jurnalis berkerumun saat melakukan kegiatan tersebut. Kegiatan ini berlangsung ketika jurnalis melakukan peliputan tatap muka (doorstop) setelah penyampaian soal kebijakan PSBB oleh Oded M Danial selaku Walikota Bandung dan Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna.

Seperti yang di kutip dari akun instagram @AJIBDG; Pemerintah tidak mengindahkan peraturan tentang penanggulangan wabah. Ini tertuang dalam peraturan sesuai Pasal 14 ayat 1 Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Bandung pun tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat soal pentingnya jarak fisik (physical distancing) selama pandemi ini. Hal ini sangat bertentangan dengan anjuran dan kebijakan yang sudah dibuat oleh Pemkot Bandung.

BACA JUGA :  ini Hal yang bisa dan dilarang kamu lakukan saat PSBB

Pemerintah Kota Bandung sudah membuat kebijakan sendiri perihal jaga jarak dan physical distancing. Namun hal itu tidak terjadi pada saat kegiatan konferensi pers tersebut. Iqbal Lazuardi selaku divisi advokasi AJI BDG menyampaikan bahwa ini bisa membahayakan keselamatan jurnalis dilapangan.

“Tidak semua jurnalis punya APD, belum lagi ga semuanya punya jaminan dari perusahaan medianya,” tuturnya ketika dihubungi via pesan singkat.

Iqbal menambahkan seharusnya kegiatan tatap muka tidak dianjurkan untuk sekarang. Pemkot Bandung jelas menyalahi aturannya sendiri padahal ada cara lain selain tatap muka lansung.

“Kan bisa menggunakan teknis konpers secara virtual (daring) yang hasilnya tidak kalah efektif. Ini sudah dilakukan oleh beberapa instansi,” tambahnya.

Tidak hanya menyanyangkan kejadian yang dilakukan oleh Pemkot, Aji melalui rilisan nya menyampaikan beberapa hal. AJI BDG juga menghimbau perusahan media dimana tempat jurnalis bernaung agar dapat memperhatikan keselamatan jurnalisnya.

Permintaan maaf Pemkot

Kemelut yang terjadi di kalangan pewarta berita menjadi sorotan yang tak kalah penting. Karena keselamatan jurnalis adalah hal paling prioritas. Tidak ada berita yang seharga nyawa. Atas kejadian yang terjadi Pemerintah Kota Bandung melalui Kasubag Kemitraan Media Humas Suhendro Sudrajat angkat bicara.

“Mohon maaf kepada teman-teman media untuk kegiatan doorstop tadi, saya lalai menerapkan social distancing,” ujar hendro dikutip dari PRFMnews.id

Hal ini jadi acuan bersama, apalagi ditengah pandemic yang sedang malanda. Tugas kita semua untuk saling mengingatkan agar penyebaran wabah cepat terastasi

“Kedepannya saya pribadi beserta jajaran instansi mohon membantu mengingatkan, agar prosedur social distancing tetap terjaga saat doorstop,” Ujarnya. (RH)*