HUT Paling Prihatin, 72 Tahun Subang dirayakan Ditengah Wabah Corona

SUBANG – Ditengah mewabahnya Covid-19 sebagian agenda perayaan HUT Ke-72 tahun Kabupaten Subang dibatalkan. Sebagai acara puncaknya Bupati Subang, H. Ruhimat menyampaikan pidato sambutan HUT Kabupaten Subang dengan cara virtual yang dapat disaksikan warga Subang melalui saluran YouTube.

Dalam sambutannya Bupati Subang yang biasa disapa Kang Jimat ini menyampaikan keyakinannya sebagai orang beriman bahwa turunnya wabah Covid-19 bukanlah suatu kebetulan. Oleh karena itu kita berkomitmen melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2020, yang diikuti dengan Peratuan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 tahun 2020 dan Peraturan Menteri Keuangan nomor 6 Tahun 2020, dan terakhir Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Covid-19.

“Kita membatalkan beberapa agenda yang telah dipersiapkan untuk menyambut Hari Jadi tahun ini, dan merealokasi anggaran untuk penanganan COVID-19,” ujar Kang Jimat dalam sambutannya.

Kaitannya dengan kewaspadaan Covid-19 Pemda Kabupaten Subang telah menyiapkan protokol kesehatan dan kedaruratan. Kita sudah melakukan realokasi anggaran untuk kuratif sekitar 53 M dan penanggulangan darurat pangan 60 M untuk tiga bulan ke depan, yang akan kita evaluasi sesuai dengan perkembangan.

Kemudian dia menyampaikan terima kasih kepada seluruh tenaga medis dan pihak-pihak di Kabupaten Subang, yang dengan sigap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah dan menangani ancaman wabah virus corona.

Lalu dia mengajak seluruh jajaran melaksanakan protokol kesehatan sungguh-sungguh, termasuk penyediaan fasilitas dan alat pelindung diri (APD) yang diperlukan.

“Selain itu, saya pun mengingatkan kita semua untuk bersama-sama membangun imunitas sosial dalam menghadapi wabah ini, dengan cara meningkatkan kewaspadaan, namun tidak panik secara berlebihan,” tuturnya.

Selanjutnya Kang Jimat mengajak supaya bersama-sama mengambil langkah nyata melakukan kampanye kesehatan, khususnya penyebaran informasi tentang bagaimana wabah bisa menular melalui droplet (percikan yang keluar saat orang yang positif terinfeksi virus corona batuk, atau berbicara), dan tindakan pencegahan yang diperlukan.

“Termasuk dalam menjaga jarak fisik saat berinteraksi, menjauhi kerumuman, termasuk hajatan yang menghadirkan banyak orang,” imbuhnya.

Maraknya pemudik dari Zona Merah, Kang Jimat meminta kepada para camat dan jajaran pemerintahan di tingkat desa dan kampung-kampung untuk mengantisipasinya.

“Kita tidak bermaksud mencurigai atau menuduh, namun kewaspadaan harus kita tingkatkan, sebab banyak orang terinfeksi namun tidak merasakan gejala atau orang tanpa gejala alias OTG,” katanya lagi.

Kata Kang Jimat orang semacam ini akan merasa sehat, dan bebas berinteraksi dengan siapa pun. Jika sudah ada yang tertular, akan merepotkan banyak pihak. Semua yang melakukan kontak dengan mereka yang terinfeksi harus kita lacak dan isolasi. “Karena itu, lebih baik kita melakukan tindakan pencegahan,” imbuhnya.

Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi langkah-langkah pencegahan dengan cermat dan efektif.

Supaya meningkatnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat tanpa disertai kepanikan berlebih. Seiring dengan itu, kita siapkan pula fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang dibutuhkan sesuai protokol yang kita susun.

Merebaknya wabah ini bisa menjadi media instrospeksi, untuk bermunajat, dan momentum untuk mempererat silaturahim, kekeluargaan, dan kegotongroyongan dalam tugas-tugas pemerintahan “Kita yakin, ‘bersama kesulitan ini ada kemudahan’ (Fainna ma’al usri yusro,;” seraya mengutip Qur’an Alam Nasyroh, ayat 5.

Kemudian dia menyampaikan terima kasih kepada semua aparatur yang telah bekerja keras dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas. Mengajak untuk membuka komunikasi yang jujur dan penuh tanggung jawab, untuk membangun saling pengertian dan kebersamaan, dalam meningkatkan kinerja dan kontribusi maksimal bagi pencapaian visi-misi Pemerintah Kabupaten Subang.*